Beranda > Pembelajaran > Macam-macam Model Pembelajaran Bhs.Indonesia

Macam-macam Model Pembelajaran Bhs.Indonesia


Sederet pertanyaan di bawah ini barangkali dapat mencerminkan kondisi pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar yang perlu mendapatkan perhatian para pendidik di tanah air tercinta. Jelas pertanyaan ini tidak perlu jawaban langsung, tetapi hanya sekedar refleksi dan introspeksi diri kita masing-masing tentang bagaimana mengolah pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolaha Dasar menjadi kian bermutu, berbobot dan bermakna.

  • Bagaimana kondisi pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar?
  • Apakah pembelajarannya berlangsung secara menarik, menyenangkan?
  • Apakah pembelajarannya memungkinkan siswa untuk kreatif dan menemukan sendiri pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai?
  • Apakah hasil pembelajarannya sudah sesuai dengan kompetensi yang diharapkan dalam kurikulum?

SOLUSI

  • Bagaimana mengatasi masalah yang terjadi dalam pembelajaran bahasa Indonesia?
  • Guru perlu memahami secara benar Kurikulum yang berlaku.
  • Guru perlu merancang dan menerapkan model pembelajaran yang inovatif dan kreatif.

Model Pembelajaran

  • Mendengarkan
  • Berbicara
  • Membaca
  • Menulis
  • Apresiasi Sastra

MODEL PEMBELAJARAN MENDENGARKAN

  • DENGAR ULANG UCAP
  • DENGAR TIRUKAN
  • DENGAR KERJAKAN
  • DENGAR TULIS
  • DENGAR RANGKUM

MODEL PEMBELAJARAN BERBICARA

  • ULANG UCAP
  • LIHAT UCAPKAN
  • MEMERIKAN
  • MENJAWAB PERTANYAAN
  • BERTANYA
  • REKA CERITA GAMBAR
  • MELANJUTKAN  CERITA
  • MENCERITAKAN KEMBALI
  • BERCERITA
  • PARAFRASE
  • BERMAIN PERAN

MODEL PEMBELAJARAN MEMBACA

  • BACA – RANGKUM
  • BACA – CERITAKAN
  • BACA – SUSUN PERTANYAAN
  • BACA – JAWAB PERTANYAAN
  • BACA – PERAGAKAN
  • BACA – PARAFRASEKAN
  • BACA – UBAH

MODEL PEMBELAJARAN MENULIS/MENGARANG

  • Menulis objek langsung
  • Menulis objek gambar
  • Menulis beranting
  • Menulis re-kreasi
  • Menulis imajinatif

MODEL PEMBELAJARAN SASTRA

Pembelajaran Sastra dilakukan dalam konteks keterampilan berbahasa yang menggunakan materi sastra. Sehingga model pembelajaran mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis yang diungkap di muka dapat diterapkan dalam pembelajaran sastra.

Namun demikian, ada beberapa model atau teknik pembelajaran khas sastra yang akan disampaikan berikut ini.

Model Pembelajaran Sastra :

  • Ganti Tokoh
  • Ganti Latar
  • Urutan Alur
  • Skema Tokoh
  • Tabel Kesan Tokoh
  • Lanjutkan Cerita
  • Parafrase Puisi
  • Melagukan Puisi/Pantun
  • Baca Puisi Perseorangan/Berpasangan/Serempak

About these ads
  1. 14 Oktober 2009 pukul 02:03 | #1

    Spesialis bahasa Indonesia nih. Salam kenal…

    • wyw1d
      14 Oktober 2009 pukul 04:45 | #2

      Ah, bukan spesialis.Cuma baru belajar saja dan ingin berbagi.Terimakasih atensinya dan salam kenal juga

  2. 7 November 2009 pukul 14:23 | #3

    Esensi dari belajar bahasa, apapun bahasanya adalah untuk berkomunikasi. Jika seseorang bisa berkomunikasi dengan orang lain, maka dia sudah berhasil belajar bahasa. Gak usah muluk2 lah, tidak semua orang berbakat untuk jadi sastrawan, asal dia bisa menulis, membaca, berbicara maka tugas anda selesai.

    Waktu saya sekolah menengah dulu, tidak ada pelajaran bahasa di kelas saya. yang ada kelas komunikasi. Kelas sastra memang ada, tapi saya tidak ambil karena orangnya aneh2…heheheh… dan saya kurang suka dengan retorika (mempersulit pemahaman).

    Dari metode anda diatas, saya tidak menemukan sebuah poin terpenting (menurut saya), yaitu PENALARAN. Orang bilang matematika dan filsafat adalah ibu dari semua ilmu pengetahuan. Itu pendapat orang purba yang belum sekolah. Menurut saya, ibu dari ilmu adalah bahasa.

    Contoh :
    di matematika ada kalimat seperti ini, 1 + 1 = 2
    Coba anda tanya ke murid anda :
    1. mana subjek, predikat, objek, dan keterangan? dan alasannya apa?
    2. itu kalimat pasif atau aktif?

    Coba anda tanya ke murid anda :
    Deskripsikan manisnya jeruk !

    Jika murid anda belum bisa itu karena kemampuan penalaran mereka yang perlu ditingkatkan.

    Pada saat saya join di kelas komunikasi, saya belajar tentang metode LIRA
    - Listening : dengarkan informasinya.
    - Interpretating : interpretasikan informasi tersebut dengan informasi lain yang berkaitan.
    - Reactions : apa penyebab dan akibat dari informasi tersebut.
    - Apreciations : ekspresikan informasi tersebut dengan selera dan minat kita.

    Sir, here’s a note 4 u :
    “study without think is a waste, but think without study is dangerous”.

    That words i found on confucius book, the one who love to confusing us.

    I love to be indonesian, and i’m lucky i able to speak with bahasa indonesia better than my friends here, even they’re indonesian. I’m practicing my bahasa skill with make a blog in bahasa. If u doesn’t mind please check it out, i’m waiting 4 u’r comments.

    I wish u wanna be my teacher to using bahasa, to increasing my abilities.

    Regards.

    • wyw1d
      7 November 2009 pukul 15:56 | #4

      Alhamdulillah, blog saya dikunjungi oleh seorang ahli bahasa dari sumber belajar.Terimakasih telah sudi berkunjung.Meskipun namanya tidak disebutkan.
      Yth :Esensi dari belajar bahasa, apapun bahasanya adalah untuk berkomunikasi. Jika seseorang bisa berkomunikasi dengan orang lain, maka dia sudah berhasil belajar bahasa.
      sy : Tepat pendapat Anda.Saya setuju sekali.Tetapi, bisa berkomunikasi dengan orang lain saja bisa dikatakan sudah berhasil belajar bahasa?segampang itukah?Saya khawatir nanti Anda mengatakan tanpa perlu bersekolah pun orang nantinya akan bisa berkomunikasi dengan orang lain, secara alami.
      Yth :Gak usah muluk2 lah, tidak semua orang berbakat untuk jadi sastrawan, asal dia bisa menulis, membaca, berbicara maka tugas anda selesai.
      Sy : Maaf, blog saya untuk berbagi, bukan untuk muluk-mulukan.Tetapi saya menghargai Anda.Justru karena itu, Guru tidak mencetak siswanya jadi sastrawan,tetapi belajar mengapresiasi karya sastra dan belajar membuat karya sastra ala siswa sekolah, bukan ala sastrawan.
      Yth : Waktu saya sekolah menengah dulu, tidak ada pelajaran bahasa di kelas saya. yang ada kelas komunikasi. Kelas sastra memang ada, tapi saya tidak ambil karena orangnya aneh2…heheheh… dan saya kurang suka dengan retorika (mempersulit pemahaman).
      Sy : Di sekolah manapun dari tingkat dasar sampai Universitas pasti ada mata pelajaran Bahasa, apapun nama lainnya.Seperti kata Anda :ibu dari ilmu adalah bahasa.Saya kecewa mengapa Anda tidak mengambil kelas sastra gara-gara orangnya aneh-aneh, dan kurang suka retorika.
      Yth : Dari metode anda diatas, saya tidak menemukan sebuah poin terpenting (menurut saya), yaitu PENALARAN. Orang bilang matematika dan filsafat adalah ibu dari semua ilmu pengetahuan.
      Sy : Coba Anda cermati materi Macam2 model pembelajaran bhs.indonesia di atas!
      Sengaja saya tidak menjelaskan secara lebih terperinci, karena saya tahu bahwa pengunjung blog saya adalah guru/orang yang sudah pandai. Jika saya menjelaskan misalnya : dengar-tirukan, artinya siswa mendengarkan apa yang diucapkan guru lalu menirukan persis seperti guru.Baca-rangkum, artinya siswa membaca sebuah wacana lalu merangkumnya.Ganti-tokoh,artinya siswa disuruh membaca sebuah wacana sastra lalu mengganti tokoh-tokohnya dengan tokoh karangannya sendiri.Tentu akan sangat membosankan pembaca dan akhirnya mubazir.Namun jika Anda memang menghendaki demikian agar ada penalaran, saya akan dengan senang hati merevisi/menambah tulisan saya.
      Yth :Pada saat saya join di kelas komunikasi, saya belajar tentang metode LIRA.
      Sy :Nah! LIRA merupakan salah satu dari sekian metode pembelajaran.Bukan satu-satunya. Padahal Anda tahu ada banyak metode,pendekatan,model pembelajaran.Coba baca postingan saya 35 model pembelajaran.
      Yth :Sir, here’s a note 4 u :
      “study without think is a waste, but think without study is dangerous”.That words i found on confucius book, the one who love to confusing us……etc
      Sy : Maaf, saya kurang memahami bahasa Inggris.Tetapi saya sedikit bisa memahami apa maksud tulisan anda.
      Terimaksih atas kepedulian dan masukan Anda.

  3. 7 November 2009 pukul 17:04 | #5

    Hi, ini saya lagi…

    Makasih sudah ditanggapi komentar saya. Detil sekali, saya senang dengan itu. Betul sir, saya sekolah dulu tidak ada kelas bahasa, karena pada saat sekolah dulu, sistem sekolah saya memperbolehkan murid untuk memilih sendiri kelasnya.

    Saya belajar bahasa saat saya kuliah di matematika, karena sangat butuh pemahaman bahasa. Saat sekolah saya belajar satire karena saya join di klub art.

    Saya setuju dan senang jika anda dapat tulis detil dari metode-metode itu, jadi saya bisa tahu. Sorry, saya tidak tahu metode-metode itu karena saya tidak paham termnya.

    Regards,

    Yogo

  4. wyw1d
    7 November 2009 pukul 17:31 | #6

    Sudah saya duga sebelumnya, Anda ternyata hebat.Setelah saya lihat sejenak blog Anda. Saya terkesan…bagus,menarik. Mungkin saya harus belajar dari Anda.Saya sendiri baru dalam taraf belajar, benar-benar baru belajar.Inilah hikmahnya saling share antar blogger.Bukan saling mempertentangkan, tetapi saling menghargai perbedaan.Karena perbedaan dapat terjadi mungkin hanya karena sudut pandang yang tidak sama.Terimakasih Pak Yogo.

    • kisman
      26 Desember 2012 pukul 22:58 | #7

      saya merasa bangga dengan hasil karya Bapak, karena tidak banyak orang yang mau berbagi ilmu spt Bapak. saya paling suka kalo semua orang Indonesia mau melakukan hal-hal yang positif spt yang Bapak lakukan skrg. saya merasa heran kenapa masih ada orang yang suka mengkritik pekerjaan orang lain tanpa memberikan solusi untuk kemajuan. apalagi yang mengkritik adalah orang-orang yang tidak paham tentang kebahasaan, dia hanya bangga dgn ilmu yg dia miliki adalah yang paling bagus. saran saya buat pakar kritik untuk bekerja banyak buat diri sendiri dulu lah…! pak teruslah berkarya to kemajuan bahasa dan sastra indonesia….jangan dengarkan orang-orang itu.

  5. Yeyet Daryati
    21 Februari 2010 pukul 07:08 | #8

    Wah…. saya senang sekali dapat ilmu tentang pembelajaran Bahasa Indonesia yang praktis. Trimakasih Pa, ini yang saya cari.

    • 21 Februari 2010 pukul 07:17 | #9

      Sama-sama Mbak Yeyet Daryati. Senang artikel saya dapat sedikit menambah pengalaman. Jangan sungkan datang lagi ya. Salam hangat dariku.

  6. Septitya Regawa
    20 Mei 2010 pukul 22:03 | #10

    Asslmkm.
    Wah senang rasanya dapat singgah di blog anda Pak. Sy mhsswa yang sedang membutuhkan banyak meteri mengenai pembelajaran khususnya pembelajaran berbahasa karena bukan kebetulan sy dari jurusan Penddkn bhs Indonesia yang niscaya cepat atau lambat harus berkecimpung di dunia pendidikan. Namun demikian, sy merasa masih bingung mengenai materi paling dasar dari pembelajaran Pak. Senang rasanya jika Bapak berkenan membantu sy untuk lebih memahami mengenai pendekatan,model, metode, teknik, dan strategi pembelajaran…
    Sy menanti bantuan dan Bapak serta tetap berusaha memahamkan diri.
    Terimakasih.
    Wsslmkm.

  7. tutik
    25 Juni 2010 pukul 13:32 | #11

    salam kenal
    Pak Rachmad mohon maaf sebelumnya saya mau minta tolong adakah makalah bapak tentang kesulitan-kesulitan dalam pembelajaran bhs indonesia. karena saya sangat membutuhkan untuk tugas kuliah.
    sebelum dan sesudahnya saya ucapkan banyak terima kasih.

  8. 26 Juni 2010 pukul 16:29 | #12

    nice info pak..
    trimakasih infonya bermanfaat..
    salam kenal

  9. ciels zobo
    14 Agustus 2010 pukul 10:24 | #13

    Awalnya sy kcw ketika mengawali membaca blog anda krn yg sy cari,mcm2 atau jenis2 membaca,di antaranya membaca tekhnik,membaca indah ,dll. Tp tetep kulanjutkan membaca artikel dr anda,sbg guru SD,sy sng dgn tulisan anda krn byk membri info ttg pembelajaran bahasa Indonesia. Mk dr itu sy ikut tersinggung ketika ada yg negatif thinking dan berkomentar agak tajam pdhl sesghnya tdk phm betul dg makna tlsn anda. Apapun komentar mereka jdkan cambuk untuk terus berkarya. Ku tunggu artikel2 yg lain.Salam.Hdp guru Indonesia !

    • 30 September 2010 pukul 21:48 | #14

      Terimakasih mas Ciels Zobo. Memang penafsiran orang berbeda-beda namun apa pun komentar mereka tetap saya hargai, lebih-lebih yang positif thingking seperti Anda. Salam hangat selalu

  10. ly_rian
    4 Desember 2010 pukul 15:50 | #15

    Pak tolong beritahu saya rancangan tindakan itu yang bagaimana? pelajaran bahasa Indonesia ya Pak…trims

  11. meri andani
    17 Februari 2011 pukul 14:57 | #16

    bagaimana sih sebenarnya kosa kata itu..
    trus ada tidak bahan bacaan tentang bagaimana kosa kata atau pe

  12. 16 Juni 2011 pukul 09:54 | #17

    salam kenal pak Rachmad… saya salah satu mahasiswi yang sedang mengerjakan tugas akhir skripsi. skripsi saya tentang “menulis puisi dengan metode discovery-inquiry” saya banyak mengalami kesulitan dalam mencari pengertian, langkah-langkah dan tindakan apa saja yang harus digunakan dalam metodediscovery yang diterapkan dalam menulis puisi. saya harap bapak dapat memberikan jawabannya. atas perhatian dan bantuan bapak saya ucapkan terima kasih.

  13. 24 Juli 2011 pukul 07:51 | #18

    Sy setuju dg anda bahwa sklh manapun ada pljrn bhs indonesia krn bhs ind adalh bhs nas. Dng bhs ind kt bs brkomuniks d slrh wil ind dan itu adlh hsl pel bhs ind d wil ind. Prlu dketahui bhw bnyk org daerh pdlman kal, sul, irian yg tdk dpt brbhs ind krn mrk tdk sklh.

  14. 18 Desember 2011 pukul 17:43 | #19

    assalammualaikum wr.wb.
    senag rasaxa bisa singgah d blok nie .
    banyak sekali ilmu yg bisa d peroleh dari blok nie .

    makasih ya

  15. 26 Januari 2012 pukul 23:13 | #20

    makasih atas ilmu pengetahuannya…..ditunggu ilmu yg lainnya pak………..

  16. 29 Januari 2012 pukul 17:49 | #21

    TQ buat model-model pembelajaran yang disajikan, banyak skali tuh manfaatnya

  17. kisman
    11 November 2012 pukul 12:35 | #22

    terima kasih pak atas tulisannya, saya merasa bangga jika ada orang yang berkarya seperti anda. karena selama ini banyak orang yang hanya bisa komentar tapi tidak bisa melakukan apa yang dikomentarinya. selamat berkarya pak, sukses buat bapak!

  18. 13 Mei 2013 pukul 18:41 | #23

    An Ohio state senator has introduced a bill which in the unlikely event
    there are enough women in the audience seemed to find most.
    Only one actual feature has been added: a panorama mode is now offered on the iPhone 4.
    Obviously, not being able to achieve or sustain
    an erection.

  19. 11 Juli 2013 pukul 11:50 | #24

    Magnificent beat ! I wish to apprentice while you amend your website, how could
    i subscribe for a blog website? The account helped me a acceptable
    deal. I had been a little bit acquainted of this your broadcast provided bright clear idea

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.