Beranda > Kesehatan > Adab Mengkonsumsi Makanan/Minuman dalam Islam

Adab Mengkonsumsi Makanan/Minuman dalam Islam


Kita ingin dan selalu memohon agar Allah senantiasa memberikan kesehatan dan kesejahteraan bagi kita dan seluruh keluarga. Dan kita juga berusaha agar jasmani dan rokhani kita juga senantiasa sehat dan sejahtera. Doa dan usaha kedua-duanya saling melengkapi dan tak terpisahkan. Agar tetap senantiasa sehat kita mengkonsumsi makanan yang sehat bergizi dan halal, namun itu belumlah cukup. Masih ada satu unsur penunjang yang cukup penting, yaitu mengkonsumsi makanan sehat bergizi dengan tata krama dan adab sopan santun yang baik. Adab sopan santun makan/minum yang baik tentunya seperti yang telah dicontohkan dan difatwakan  Rosulullah saw. Berikut ini adalah tatakrama mengkonsumsi makanan/minuman secara Islam yang sangat baik dalam menunjang kesehatan dan insayAllah akan membawa ridlo Allah.1). Berdoa dan berdzikir kepada Allah sebelum/saat makan.

Barangkali hikmah di balik ini semua agar seorang muslim selalu ingat bahwa makananini adalah nikmat dari Allah SWT sehingga Ia akan menjaganya agar tidak berlebihan dan tidak menghambur-hamburkannya.

Makanan bukanlah tujuan utama, melainkan sarana menuju ketaqwaan dan ketaatan kepada Allah SWT, serta sarana memakmurkan dan memenuhi bumi dengan kebaikan dan kebajikan.

2). Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.

Secara logika jelas alasan itu masuk akal, secara syarat higienis juga sudah memenuhi. Rosulullah sendiri bersabda,“Barangsiapa bermalam dan pada tangannya ada bekas lemak, kemudian pada pagi harinya tertimpa penyakit, maka jangan mencela kecuali dirinya sendiri.”

3). Senantiasa menjaga keseimbangan dalam makanan dan menghindari sikap berlebihan.

Keseimbangan di sini meliputi seimbang dalam jumlah/takaran berat maupun kandungan nutrisinya. Agar benar-benar seimbang dan proporsional perlu dikonsultasikan pada ahli gizi, sehingga benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan.

4). Makan dengan menggunakan tiga jari.

Mengapa menggunakan tiga jari? Hal ini merupakan wujud kesederhanaan dan kesimbangan. Ada yang mengatakan bahwa makan dengan lima jari merupakan tanda rakus/berlebihan, sedang menggunakan satu atau dua jari merupakan tanda sombong/takabur.

5). Sederhana dalam Duduk dan tidak Bersandar ketika Makan.

Rosulullah SAW pernah melarang sorang lelaki yang makan sambil duduk bersandar karena hal tersebut dapat menyebabkan bahaya pada jasmani dan berdampak negatif pada pencernaan makanan.

6). Minum dengan Tiga Tegukan, Duduk dan Tidak Bernafas pada Bejana Air.

Subhanallah, demikian sederhananya tauladan Rosulullah SAW. Minumpun dicontohkan hanya dengan 3 tegukan. Hal ini sesuai dengan prinsip keseimbangan bahwa isi perut kita terdiri dari 3 bagian. Satu bagian berisi makanan, satu bagian lagi berisi air, dan sisanya berisi udara.

7). Makan secara Bersama.

Makan secara bersama dan tidak menyendiri, akan  menebarkan perasaan kesatuan dan kasih sayang di antara yang hadir. Hal ini akan berdampak positif pada selera dan nafsu makan.

8). Berbicara atau Tidak Diam ketika Makan.

Berbicara saat sedang makan tujuannya adalah menebarkan suasana keakraban. Berbicara disini tentunya dalam batas-batas kewajaran, tidak bersendau gurau sampai tertawa berlebihan.

9). Memperhatikan Adat Kebiasaan Orang .

Khususnya saat mengambil makanan, dengan cara-cara sesuai adat kebiasaan di mana ia berada. Tidak memaksakan diri menyantap makanan tertentu di luar kebiasaan dan adat orang. Memperhatikan perasaan orang lainketika makan atau tidak makan dengan arah yang berlawanan dengan nampan atau piring, karena hal itu akan mengilangkan selera makan.

10). Mendahulukan Buah-buahan daripada Daging.

Hendaklah mendahulukan buah-buahan daripada daging, hal ini dimaksudkan untuk mengikuti apa yang dilakukan para ahli surga.

“Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.” (QS Al-Waqi’ah:20-21).

Beberapa Penelitian telah membuktikan bahwa mengkonsumsi buah-buahan sebelum makan makanan pokok dapat membantu lambung mencerna sari-sari makanan yang sudah dikunyah dan membantu mencerna makanan lain. (Rahasia Kesehatan Nabi, Prof.Dr.Abdul Basith Muhammad Sayyid ).

 

Categories: Kesehatan Tag:
  1. 11 Maret 2010 pada 11:50 | #1

    Sukses terus buat BLOGnya

    Silakan mampir ke Blog kami
    http://sehatalaherbal.wordpress.com

    KAMI MENYEDIAKAN:
    1. PRODUK PENGHEMAT BBM (hingga 30%)
    2. PAKAIAN PELANGSING yang membakar lemak lebih cepat
    3. KLOROFIL dan PRODUK HERBAL berkualitas tinggi
    4. KAOS KAKI ANTI BAKTERI
    Terimakasih

    • 11 Maret 2010 pada 17:35 | #2

      Terimakasih Mbak Ayuni, secepatnya saya kunjung balik. salam hangat dariku.

    • 11 Maret 2010 pada 17:43 | #3

      Terimakasih Mbak atas kunjungannya, segera saya kunjung balik. Salam hangat dariku.

  2. 24 Juni 2010 pada 13:52 | #4

    yang tidak boleh makan sambil bersandar itu untuk laki2 saja atau perempuan jg?? kira2 knp gak boleh n bs jadi kurang baik untuk kesehatan?? terima kasih,,

  3. 13 September 2011 pada 22:07 | #5

    terima kasih atas ilmunya
    dan minta izinnya Nitip info ya,
    ————————————————
    buah pepaya banyak disukai dari bayi hingga manula.
    murah, mudah, bergizi, antioksidan, lancar BAB
    ————————————————

  4. 5 Januari 2012 pada 02:33 | #6

    thankkkkkkkkk’s

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.