Beranda > Pembelajaran > Model Pembelajaran Bertukar Pasangan

Model Pembelajaran Bertukar Pasangan


Model pembelajaran Bertukar Pasangan termasuk pembelajaran dengan tingkat mobilitas cukup tinggi, di mana siswa akan bertukar pasangan dengan pasangan lainnya dan nantinya harus  kembali ke pasangan semula/pertamanya.

Langkah-langkah pembelajarannya :

  1. Siswa dibentuk berkelompok secara berpasangan/2 orang (guru bisa menunjuk pasangannya atau siswa memilih sendiri pasangannya).
  2. Guru memberikan tugas dan siswa mengerjakan tugas dengan pasangannya.
  3. Setelah selesai setiap pasangan bergabung dengan satu pasangan dari kempok yang lain.
  4. Kedua pasangan tersebut bertukar pasangan, kemudian pasangan yang baru ini saling menanyakan dan mencari kepastian jawaban mereka.
  5. Temuan baru yang didapat dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan kepada pasangan semula.
  6. Kesimpulan.
  7. Penutup.

Demikianlah, mudah-mudahan postingan ini dapat menambah khasanah pembelajaran kita sehingga pembelajaran yang dirancang Bapak/Ibu Guru dapat lebih bervariatif, lebih bermakna, menantang sekaligus menyenangkan.

Majulah Pendidikan di Indonesia!

About these ads
  1. Ihwan Syarief
    14 Januari 2010 pukul 04:03

    Tolong pak, Beri saya judul buku yang berkenaan dengan model pembelejaran Cooperative Learning dengan teknik Bertukar pasangan.trimakasih…..

    • 13 Maret 2010 pukul 02:09

      Terimakasih atas tanggapannya. Materi ini saya dapatkan saat mengikuti ToT Guru Pemandu di LPMP Jawa Tengah. Buku referensi yang cukup relevan yang dapat saya sampaikan yaitu : 1. Mempraktikkan Cooperatif Learning di Kelas Kita- Penulis Anita Li, PT Grasindo. 2. Model Pembelajaran Inovatif-Penulis Udin S.Winataputra, penerbit Universitas Terbuka.

  2. 12 Maret 2010 pukul 10:56

    Ada tidak kelebihan dan kekurangan penggunaan metode bertukar pasangan dalam pembelajaran?? kalau misalnya ada, tolong beri tahu saya …terima kasih sebelumnya atas bantuannya…

    • 13 Maret 2010 pukul 02:14

      Terimakasih Sdr Dila, sepertinya tidak ada model ataupun metode pembelajaran yang terbaik atau paling sempurna, masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan.Biasanya guru menggabungkan beberapa metode untuk menutup kekurangannya. Model atau metode yang terbaik adalah yang paling relevan dengan tujuan dan situasi pembelajaran di kelas yang diinginkan.Salam hangat dariku.

  3. rini afnitasari
    15 Oktober 2010 pukul 14:02

    aslm.
    pak sya mau tanya apakah ada permainan dalam metode ekspositori???? trims

  4. rini afnitasari
    15 Oktober 2010 pukul 14:36

    aslm.
    pak sya mau tanya dapatkah menggabungkan metode permainan dengan ekspositori dalam pembelajaran matematika, jika dapat adakah teori yang menguatkannya.ini adalah salah satu judul skripsi yang akan saya ambil. trims

  5. jo
    18 April 2011 pukul 14:49

    Maaf saya mau tanya ini, saya sekarang sedang skripsi judul nya model bertukar pasangan, tolong dong kasih info tentang bukunya,,,,yang berkaitan dengan model bertukar pasangan saya sangat memerlukan nya, terimaksih

    • 19 Juli 2011 pukul 19:21

      maaf pak, saya mau tanya…
      tolong donk kasih info yg berkaitan dgn model ini.. soalnya saya lagi skripsi..
      terimakasih..

    • 19 Juli 2011 pukul 19:26

      maaf.. saya minta tolong donk.. kamu dah dapat info ttg metode ini gak?
      tolong info kan ke saya juga donk..
      saya lagi nyusun skripsi dgn metode ini juga…
      terimakasih yaa….

  6. norita
    1 Juli 2011 pukul 11:51

    Pak,siapa penemu pertama dan yang menggunakan pertama kali model pembelajaran bertukar pasangan ini?
    teima kasih terlabih dahulu.

  7. 19 Juli 2011 pukul 19:23

    maaf pak, saya mau tanya…
    tolong donk kasih info buku yg berkaitan dgn model ini…
    soalnya saya lagi nyusun skripsi dgn model ini…
    terimaksih…

  8. 3 Februari 2012 pukul 20:41

    maaf pak, untuk jurnal penelitian internasional tentang metode bertukar pasangan ini ada tidak pak? kalau ada tolong di share ya, kalau bisa sumbernya juga pak. sebelumnya terimakasih. :)

  9. ebyt
    10 November 2012 pukul 11:51

    pak saya mau tanya apakah model pembelajaran tipe bertukar pasang dapat di gabungkan dengan model pembelajaran CTL..tolong bantu saya pak..terimakasi sebelumnya pak.

  10. 5 Juni 2013 pukul 15:09

    ap alasan bpk mengambil judul seprti itu???

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.