Beranda > Pembelajaran > Model Pembelajaran Menjawab Pertanyaan

Model Pembelajaran Menjawab Pertanyaan


Model Pembelajaran Menjawab Pertanyaan merupakan salah satu sub bagian dari Model Pembelajaran Berbicara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sub bagian yang lain dari model pembelajaran Berbicara yaitu : Ulang Ucap, Lihat Ucapkan, Memerikan, Bertanya, Reka Cerita Gambar, Melanjutkan Cerita, Menceritakan Kembali, Bercerita, Parafrase, Bermain Peran.

Model pembelajaran Menjawab Pertanyaan merupakan pembelajaran tingkat lanjut yang mempunyai tujuan agar siswa dapat menyampaikan pesan secara lisan (berbicara) melalui stimulus pertanyaan dari orang lain/guru. Metode yang dirasakan paling tepat dalam pembelajaran ini adalah metode tanya jawab. Namun perlu diperhatikan bahwa ada beberapa komponen bertanya dasar yang masih dipakai sebagai dasar guru dalam mengajukan pertanyaan, yaitu :
1. Pengajuan pertanyaan disampaikan secara jelas dan singkat,
2. Pemberian acuan,
3. Pemusatan,
4. Pemindahan giliran,
5. Penyebaran,
6. Pemberian waktu berpikir,
7. Sambutan yang hangat,
8. Pemberian tuntunan.

Berikut salah satu contoh langkah-langkah pembelajarannya :

  1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran/KD.
  2. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok beranggotakan 4 orang, masing-masing kelompok diberi nama ( buah, pahlawan,abjad,dsb).
  3. Siswa diberi kesempatan membaca/memahami materi diberi waktu sekitar 15 menit.
  4. Guru melontarkan satu pertanyaan kepada siswa dalam satu kelompok dengan memperhatikan 8 komponen bertanya dasar. Jika siswa tersebut  menjawab benar diberi nilai 100, jika salah/tidak bisa menjawab diberi nilai 0 dan soal tidak dilempar ke kelompok lain.
  5. Guru melontarkan satu pertanyaan yang lain kepada siswa kelompok berikutnya dengan memperhatikan 8 komponen bertanya dasar. Jika siswa tersebut tidak bisa menjawab diberi nilai 0 dan soal tidak dilempar ke kelompok lain. Demikian seterusnya sampai semua kelompok mendapat giliran.
  6. Guru melontarkan pertanyaan lemparan, artinya jika siswa dalam satu kelompok tidak bisa menjawab, maka soal dilemparkan kepada siswa kelompok lain. Demikian seterusnya sampai semua kelompok mendapatkan giliran.
  7. Guru melontarkan pertanyaan rebutan, artinya jika siswa dalam satu kelompok tidak bisa menjawab/salah maka soal diperebutkan kelompok lainnya.
  8. Penilaian dilakukan oleh guru tetapi siswa juga ikut mencatat perolehan nilainya.
  9. Kelompok dengan nilai tertinggi mendapat predikat pemenang dan mendapatkan reward tanda bintang di papan nama kelompoknya.
  10. Evaluasi.
  11. Kesimpulan.

Kemampuan membuat desain pembelajaran merupakan fokus kompetensi yang harus Bapak/Ibu kuasai sebagai seorang guru. Alasannya, kemampuan mendesain pembelajaran sangat berkaitan langsung dengan pelaksanaan tugas Bapak/Ibu di lapangan sebagai pemegang kendali proses pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas.
Tidak ada metode pembelajaran Berbicara yang sempurna. Guru dituntut untuk mampu memilah dan memilih serta menentukan media dan metode yang paling relevan dengan tujuan dan situasi yang dihadapinya di kelas.

Demikianlah, mudah-mudahan postingan ini dapat menambah khasanah pembelajaran bahasa Indonesia kita sehingga pembelajaran bahasa Indonesia yang dirancang Bapak/Ibu Guru dapat lebih bervariatif, lebih bermakna, menantang sekaligus menyenangkan.

Majulah Pendidikan di Indonesia!

  1. Belum ada komentar.
  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.