Model Pembelajaran Menulis Re-Kreasi
Setelah beberapa postingan terdahulu tentang bermacam-macam model pembelajaran Mendengarkan, Berbicara dan Membaca, maka kini saatnya saya sampaikan macam-macam Model Pembelajaran Menulis/Mengarang.
Model Pembelajaran Menulis Re-kreasi merupakan salah satu sub bagian dari Model Pembelajaran Menulis/Mengarang pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sub bagian yang lain dari model pembelajaran Menulis yaitu : Menulis Objek Langsung, Menulis Objek Gambar, Menulis Beranting dan Menulis Imajinatif.
Model pembelajaran Menulis Re-Kreasi merupakan pembelajaran lanjutan setelah Model Pembelajaran Menulis Beranting. Dalam proses pembelajaran menulis Re-Kreasi ini siswa diajarkan menguasai kompetensi mengubah sebuah karangan/tulisan ke dalam bentuk/kreasi baru yang berbeda. Di sini siswa diberi kebebasan untuk mengurangi, menambah, mengganti tokoh, mengganti latar, mengubah plot cerita, dsb. Pada intinya siswa diperbolehkan memodifikasi sebuah karangan sehingga terciptalah sebuah karangan kreasi baru yang tentu saja berbeda dengan yang sudah ada/dicontohkan. Cara seperti ini dianggap lebih terasa mudah daripada siswa langsung mengarang/menulis tanpa ada bekal contoh yang sudah ada. Adapun pilihan metode dan media pembelajaran tergantung situasi pembelajaran seperti apa yang dikehendaki/diinginkan, dan relevansinya dengan tujuan pembelajaran/KDnya.
Salah satu alternatif langkah-langkah pembelajarannya, sebagai berikut :
- Guru menjelaskan tujuan pembelajaran/KD.
- Siswa dibagi dalam beberapa kelompok beranggotakan 4-5 orang.
- Guru menjelaskan secara singkat cara mengubah sebuah karangan ke dalam bentuk/kreasi yang berbeda.
- Guru menyiapkan Lembar Kerja (LK) sejumlah kelompok. LK berisi sebuah karangan/tulisan sebagai bahan dasar bagi siswa untuk membuat tulisan dengan kreasi yang berbeda/baru.
- Setiap kelompok mengerjakan Lembar Kerja dengan seksama.
- Setelah selesai, guru menunjuk salah satu kelompok untuk menampilkan/membacakan hasil tulisannya/karangannya.
- Setiap satu kelompok selesai lalu diberi aplaus, kini giliran kelompok yang lain. Demikian seterusnya sampai seluruh kelompok tampil membacakan hasil karangannya.
- Evaluasi, meliputi perbedaan isi karangan, kalimat, pilihan kata, penggunaan ejaan, tanda baca, dsb
- Kesimpulan.
Kemampuan membuat desain pembelajaran merupakan fokus kompetensi yang harus dikuasai oleh seorang guru yang benar-benar profesional. Alasannya, kemampuan mendesain pembelajaran sangat berkaitan langsung dengan pelaksanaan tugas guru di lapangan sebagai pemegang kendali proses pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas.
Tidak ada metode pembelajaran menulis/mengarang yang demikian sempurna, maka seorang Guru diharapkan untuk mampu memilah dan memilih serta menentukan media dan metode pembelajaran yang paling relevan dengan tujuan dan situasi yang dihadapinya di kelas.
Demikianlah, mudah-mudahan postingan ini dapat menambah khasanah pembelajaran bahasa Indonesia kita sehingga pembelajaran bahasa Indonesia yang dirancang Bapak/Ibu Guru dapat lebih bervariatif, lebih bermakna, menantang namun juga menyenangkan.
Majulah Pendidikan Indonesia!
Silakan Anda melanjutkan postingan berikutnya : Model Pembelajaran Menulis Imajinatif, dengan cara mengklik di sini.













thx y infonya.. ^^
saya senang membaca blog ini,
sangat bermanfaat..
trim kang sy jd ngerti