Beranda > Kesehatan > 5 Cara Diet yang Perlu Diwaspadai!

5 Cara Diet yang Perlu Diwaspadai!


Pola diet yang keliru tak hanya membuat Anda sulit mempertahankan penurunan berat badan jangka panjang. Tetapi juga berisiko menimbulkan gangguan kesehatan. Ketahuilah mana yang salah, dan lebih jeli dalam menentukan pilihan pola penurunan berat badan. Jangan sampai terjadi karena niat ingin diet supaya langsing/sehat tetapi malah justru menjadi sakit. Inilah 5 cara diet yang sebagian masih dijalani oleh sebagian orang, namun para ahli kesehatan di Amerika Serikat justru tidak menganjurkannya.

1. Diet selektif
Ini adalah jenis diet yang hanya memberikan lampu hijau kepada jenis makanan yang terbatas, serta sama sekali melarang satu kelompok makanan tertentu -biasanya jenis makanan berlemak dan bercita rasa manis. “Hati-hati terhadap jenis diet seperti ini. Pasalnya, sebenarnya kita membutuhkan banyak jenis zat gizi yang bisa diperoleh dengan cara mengkonsumsi jenis makanan yang bervariasi,” ujar pakar nutrisi sekaligus juru bicara ADA (American Diet Association), Andrea Giancoli, MPH, RD.

Kata David Katz, MD, penulis buku The Flavor Point Diet serta staf pengajar di Fakultas Kedokteran Harvard University, jenis diet ini tidak bisa dilakukan dalam jangka panjang. “Memang benar berat badan Anda bisa susut dengan hanya makan sup kubis. Tetapi, berapa lama Anda tahan hanya makan satu jenis makanan saja setiap hari? Cepat atau lambat, Anda akan bosan dan kembali mencari makanan favorit. Akibatnya, berat badan akan kembali melambung,” ujar Katz. ( Nah, sudah capek-capek menahan makan, namun  tujuan diet tidak tercapai).

2. Diet detoks
Banyak pakar menyarankan untuk mewaspadai jenis diet detoks macam Master Cleanse Diet dan The Martha Vineyard Diet Detox. “Pokoknya, segala jenis diet dengan cara membersihkan organ dalam tubuh,” ujar Pamela Peeke, MD, ketua koresponden di bidang medis untuk Discovery Health Channel. Menurut Peeke, segala upaya membersihkan kotoran dari dalam tubuh ini sebenarnya tidak kita perlukan dan kurang dapat dipertanggungjawabkan secara klinis.

Tubuh sebenarnya telah dilengkapi dengan “perangkat pembersih” yang berperan menyingkirkan racun. Jadi, Anda tak perlu lagi melakukan usaha pembersihan ekstra. Kalaupun diet ini mendatangkan hasil pada awalnya, bisa jadi karena Anda mengurangi porsi makanan berkalori tinggi dan menggantikannya dengan sayur serta buah-buahan. ( Hehehe…beruntung ya kita sudah punya organ pembersih alami, karya cipta Yang Maha Kuasa).

3. Diet “Ramuan Ajaib”
Ini adalah jenis diet yang menyatakan bahwa dengan mengonsumsi satu jenis makanan tertentu -entah itu berupa suplemen, teh hijau, atau cuka apel, Anda bisa mengurangi berat badan secara drastis. Hingga sejauh ini, tak ada satu ramuan ajaib pun di dunia ini yang mampu memberikan hasil seperti yang diimpikan banyak orang tersebut. “Hadapi sajalah, supaya bisa langsing, Anda memang mesti mengeluarkan keringat dengan berolahraga dan menahan diri untuk tidak makan berlebihan,” ujar Dr. Peeke. Makanya, ia menganjurkan Anda untuk berhati-hati sebelum tergiur mengikuti pola diet yang berpromosi bahwa jenis makanan atau obat tertentu mampu menyulap tubuh gempal menjadi singset. ( Mesti hati-hati nih sama tukang sulap tubuh).

4. Puasa berdalih diet

Skinny Vegan Diet, Hollywood Diet, dan Master Cleanse, contoh pola diet yang berpantang makan yang mengandung kalori. Sebenarnya, berpuasa adalah tradisi spiritual dan budaya yang sudah dijalankan selama berabad-abad. Hanya saja, puasa dengan tujuan penurunan berat badan malah bisa berakibat kontraproduktif.

Ketika mengonsumsi sedikit kalori, tubuh akan berpikir bahwa Anda sedang lapar, sehingga menyesuaikan ritme metabolismenya. Sayangnya, pada saat Anda kembali makan secara normal, metabolisme tubuh tidak menyesuaikan diri lagi. Ditambah lagi berat badan yang turun ketika puasa adalah kombinasi dari lemak, cairan, dan otot. Tetapi, ketika berat badan naik lagi, itu biasanya disebabkan bertambahnya jumlah lemak. ( Lain dong puasa karena Allah sama puasa karena diet. Niatnya saja sudah beda…hasilnya tentu saja berbeda pula).

5. Diet yang menyalahi aturan kesehatan
Contoh diet ini di antaranya mengharuskan Anda minum air putih selama beberapa hari berturut-turut. Atau justru diet yang tidak mengizinkan Anda minum banyak air putih, dengan alasan supaya tubuh tidak bengkak. Begitu pula dengan jenis diet yang hanya membolehkan Anda minum jeruk nipis untuk meluruhkan lemak. Jika sejak awal sudah menemukan kejanggalan dalam aturan mainnya, Dr Katz menyarankan Anda untuk segera berpaling dan mencari pola diet lain yang lebih masuk akal. Lagi pula, Anda tak ingin perut melilit gara-gara kebanyakan minum jeruk nipis, kan? ( Wah, kalau begitu perlu konsultasi ke Dokter ya tentang cara diet yang benar)

Kompas141209 (Nayu Novita/Majalah CHIC).

About these ads
Kategori:Kesehatan Tag:,
  1. indri
    14 Januari 2010 pukul 04:13

    cara diet yang dianjurkan para ahli mana…? kok ga di publish kan…

  2. wyw1d
    14 Januari 2010 pukul 12:30

    Para ahli kesehatan di Amerika Serikat tentunya.Terimakasih atas koreksinya ya Mbak Indri. Salam hangat selalu.

  3. 24 Juni 2010 pukul 13:46

    wah tmn2 saya sering jg tuh puasa sambil skalian diet.. hee,, mklum mahasiswa,, hehehe

  4. ade
    27 Juni 2010 pukul 10:00

    thx y infonya.. ^^
    saya senang membaca blog ini,
    sangat bermanfaat..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 51 pengikut lainnya.