Beranda > Kontes > Kisah Nyata Saat Bersepeda

Kisah Nyata Saat Bersepeda


Kisah nyata bersepeda dalam kemeriahan di Humberqu……!

Saat itu aku masih duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar tigapuluh tahun yang lalu atau sekitar tahun 1980an. Ya, memang sudah sangat lama namun sampai sekarang peristiwa itu masih membekas dalam ingatanku, dan tidak mudah terhapus seperti menghapus memory di hardisc atau flashdisc.

Nah, hari itu aku disuruh ayahku untuk mencari potongan daun kol di belakang pasar Tidar, Magelang untuk makanan kelinci. Biasanya kelinci-kelinci itu kuberi makanan rumput, daun-daunan, kol dan ampas tahu secara berselang seling agar tidak bosan. Maka berangkatlah aku mengendarai sepeda onthel ayahku. Aku masih ingat merek sepedanya, “Miyata” tapi aku lupa sepeda keluaran tahun berapa. Jarak dari rumah ke pasar Tidar sekitar lima kilometer dengan jalanan agak menanjak.

Sesampainya di pasar Tidar langsung kupenuhi karung bekas tempat pupukku dengan potongan daun kol. Sebentar saja sudah penuh. Sengaja saat itu agak kusesaki isi karung dengan daun kol agar cukup untuk persediaan beberapa hari ke depan.

Setelah karung kuikat erat segera kukayuh sepeda antikku berangkat pulang. Karena jalanan pulang agak menurun maka aku tidak perlu bersusah payah mengayuh pedal sepedaku. Maka meluncurlah sepeda onthelku dengan laju. Di tengah perjalanan sambil ber siul-siul riang gembira kupandangi keindahan kotaku, Magelang Kota Adipura.

Saat mencapai daerah perkebunan laju sepeda semakin cepat karena jalan masih menurun hatiku pun semakin gembira. Secara insting aku mengurangi laju kecepatan sepeda dengan mengerem. Akan tetapi…… Waduh…gawat!, remnya ternyata blong! Celaka, beberapa puluh meter di depan ada pertigaan lagi.

Dengan panik aku berusaha sebisa mungkin mengurangi laju sepeda karena kalau menghentikan jelas tidak mungkin. Sandal jepitku kucoba kuselipkan di ban depan agar dapat mengurangi laju sepeda, tapi karena gugup sandal tersebut malah terjatuh. Hilang sudah harapan terakhirku. Ingin aku meloncat dari sepedaku tapi aku tidak berani.

Sementara pertigaan semakin dekat arus kendaraan pun makin ramai. Waktu hanya tinggal beberapa detik untuk berpikir langkah apa yang terbaik bagiku. Pilihan pertama tetap lurus hingga pertigaan,atau belok kiri menuju rerimbunan semak berduri, jika belok kanan melangkah ke rel kereta api. Sambil berdoa dalam hati, pikiran dan mataku bekerja cepat. Dan ….alhamdulillah secercah harapan muncul. Ekor mataku melihat jajaran pohon pisang diantara rerimbunan semak. Dengan penuh percaya diri kuarahkan laju sepeda belok kiri menuju tengah-tengah pohon pisang tersebut.

Sepeda melaju cepat pas di tengah jajaran pohon pisang, akupun melepaskan stang sepeda dan kedua tanganku mencoba meraih batang pohon pisang. Berhasil! Namun sepedaku meluncur sendiri tanpa kendali.

Aku (diperagakan oleh model)

Orang-orang yang melihatku segera datang menolong. Demi melihatku bergelantungan di batang pohon pisang mereka jadi tertawa sambil memuji keberanianku. Sayang, nasib sepedaku sangat tragis. Roda depannya bengkok seperti angka delapan. Dengan tertatih-tatih aku pun berjalan pulang sambil menuntun sepedaku yang telah rusak. Dalam hati ada rasa khawatir nanti dimarahi ayahku karena merusakkan sepeda.

Sesampainya di rumah dan kuceritakan awal mula peristiwa itu, ayahku mendengarkan dengan tersenyum. Tidak nampak sebersitpun rasa marah di mata ataupun raut mukanya. Beliau malah tidak memperdulikan lagi sepedanya yang rusak, yang diperhatikan malah keadaan tubuhku.

“ Wid, keselamatanmu lebih penting daripada sepeda itu. Ayah berharap ini bisa menjadi pembelajaran buatmu. Lain kali jika mau bersepeda teliti dahulu rem sepedanya ya! Ingatlah anakku : Barang siapa tidak pernah melakukan suatu kesalahan, berarti ia tidak akan pernah belajar sesuatu yang baru.”

Demikianlah, apa yang diajarkan ayahku sampai kini menginjak dewasa kuajarkan pula kepada anak-anakku. Ternyata di balik suatu musibah terkandung suatu hikmah.

Kisah nyata ini kuketikkan untuk menjalin tali silaturahmi dengan Mas Zipoer alias Batavusqu yang punya hajat dalam acara Kemeriahan di Humberqu, Kang Yayat sebagai Juri serta para sahabat blogger semua.

Salam hangat jabat erat dariku.

  1. 1 Februari 2010 pada 12:36 | #1

    weh…kren neh bro
    masa kecil yg menarik

    • 1 Februari 2010 pada 13:59 | #2

      Terimakasih Mas Budi Hartanto, kalau ingat jadi tertawa sendiri….hehehe.
      salam hangat jabat erat dariku Mas Budi.

  2. 1 Februari 2010 pada 19:42 | #3

    Atas permintaan Mas Isro, saya mohon ijin menjemput artikelnya Pak.
    Terima kasih.
    Salam hangat selalu :)

    • 1 Februari 2010 pada 20:22 | #4

      Selamat datang Kang Yayat, silakan menunaikan amanat dari Mas Isro. Salam hangat jabat erat dariku.

  3. 1 Februari 2010 pada 19:59 | #5

    Selamat berlomba boz

  4. 1 Februari 2010 pada 20:03 | #6

    Semoga jadi pemenang

  5. 2 Februari 2010 pada 12:18 | #8

    hahaa….. kok bisa seh bro dapet fotonya dengan pose gituu…
    lucu banget.. hahahahaaaaaaaa

  6. 2 Februari 2010 pada 14:09 | #9

    Yah…namanya reka ulang. Tuh sampai 4 kali take baru kelar.hahaha…….

  7. 3 Februari 2010 pada 08:08 | #10

    wah temangsang di wet pisang om, heheh

  8. 3 Februari 2010 pada 10:17 | #12

    Interesting story ;)

  9. 3 Februari 2010 pada 14:56 | #13

    Terimakasih atas kunjungannya ya. Salam hangat dariku.

  10. 3 Februari 2010 pada 18:11 | #14

    udah lama ngga naik sepeda..

    • 3 Februari 2010 pada 18:37 | #15

      Kalau lama nggak naik sepeda, begitu naik muncul kecintaan terhadap sepeda. Kayak sweet memory….hehehe.

  11. 3 Februari 2010 pada 19:04 | #16

    Wew, ceritanya bagus. Menginspirasi sekali agar kita semakin sering memprepare dengan baik segala sesuatu

  12. 3 Februari 2010 pada 19:16 | #17

    Terimakasih, memang kadang di balik sebuah musibah terkandung hikmah.
    Salam hangat jabat erat dariku.

  13. 4 Februari 2010 pada 14:59 | #18

    fotonya bagus juga mas, kalo boleh tau model anak kecil itu dari agensi model mana ? he3x..

    • 4 Februari 2010 pada 18:02 | #19

      Hehehe……boleh nyomot di jalan tuh Mas Andri. Makasih ya atas kunjungannya. Salam hangat jabat erat dariku.

  14. 4 Februari 2010 pada 19:17 | #20

    Wah keren neh ceritanya. sebuah pengalaman yang mungkin tak kan terlupakan.

  15. 4 Februari 2010 pada 19:38 | #21

    Terimakasih. Jelas tak kan terlupakan, walau pun sudah tigapuluh tahun lamanya.
    Salam hangat jabat erat dariku.

  16. 14 Februari 2010 pada 14:28 | #22

    pengalaman yang indah pak…..bagus buat pelajaran bagi kami?????

    • 14 Februari 2010 pada 16:37 | #23

      Terimakasih Mas Bobi, pelajaran yang turun menurun….hehehe
      Salam hangat dariku.

  17. 15 Februari 2010 pada 20:39 | #24

    salut, mas. Sampean masih bisa berpikir ketika dalam kondisi darurat begitu. :)

  18. 15 Februari 2010 pada 20:55 | #25

    Terimakasih……Mas Anggayasha. Itu saya kira kebetulan saja berkat lindungan Yang Maha Kuasa, karena yang jatuh ke sungai saya juga pernah, tapi tidak saya ceritakan.
    salam hangat jabat erat dariku.

  19. 9 Maret 2010 pada 00:43 | #26

    Terus maju pantang mundur …. hebat blognya 17:43

  20. 19 Maret 2010 pada 14:25 | #28

    nemu artikel keren-keren disini…, ijin untuk bookmark blog anda 07:25 blog walking plugin can be downloaded blog-walk.com

  21. 23 Maret 2010 pada 09:46 | #29

    Artikelnya keren banget … info bagus banget :) blog walking plugin can be downloaded blog-walk.com

  22. 25 Juni 2010 pada 10:37 | #30

    asik gan critana

  23. ade
    27 Juni 2010 pada 09:38 | #31

    thx y infonya.. ^^

  1. 1 Februari 2010 pada 19:47 | #1
  2. 13 Februari 2010 pada 12:13 | #2
  3. 13 Februari 2010 pada 16:30 | #3
  4. 16 Maret 2010 pada 06:43 | #4

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.