Segenap Tamu Istimewa dan sahabat semua,
Sampai hari ini, jumlah peserta kemeriahan Kontes “Seni Menaikkan Pengunjung Blog” di Komunitasblog.info milik Mas Dwi Budi Santoso sudah mencapai puluhan peserta kontes. Sangat terasa sekali kemeriahannya.
Acara kontes berhadiah domain ini ditutup hari Minggu 20 Pebruari pukul 00.59 dan telah terdaftar 33 peserta kemeriahan, adapun blog saya saat ini sedang duduk manis bersiap diri di Kursi 19 menunggu panggilan Dosen Penguji.…hehehe. Peserta selengkapnya saya kutipkan saja langsung dari blognya Mas Dwi.
Kepada semua pesertakontes saya mengajak mari kita galang kemeriahan kontes dan kita jalin persahabatan dan persatuan blogger tanah air. Semoga sukses selalu, Peace!
Salam hangat jabat erat dariku. Read more…
Segenap Tamu Istimewa dan Para Sahabat Semua……..
Blog sebagai salah satu media share / berbagi saat ini menjadi salah satu kebutuhan yang sudah sangat diminati. Di dalamnya banyak terkandung berbagai macam share dan curahan hati berupa pengalaman, pengetahuan, tips serta berbagi motivasi dan inspirasi.
Alangkah bahagia dan bangga (bukan takabur) apabila blog kita dikunjungi para visitor/ pengunjung dari para sahabat blogger atau pengunjung dari tanah air tercinta, syukur-syukur dari manca negara. Saya rasa tidak ada kebahagiaan dan kegembiraan yang dapat menandingi itu. Dengan adanya pengunjung, kita merasa “ada” dan tidak sendiri di dunia maya ini. Pengunjung merupakan teman sekaligus sahabat dekat kita di dunia maya.
Pengunjung yang baik meninggalkan bukan saja sekedar komentar, pertanyaan namun juga kritik membangun dan saran demi peningkatan kualitas blog kita. Tak jarang mereka malah memberikan solusi, motivasi dan ungkapan-ungkapan semangat kepada kita. Satu hal yang bahkan mungkin tidak dilakukan oleh sahabat kita di dunia nyata.
Mungkin kita akan merasa sendiri, asing dan pesimis saat blog kita sepi pengunjung seperti yang pernah saya alami dahulu. Namun percayalah, seiring dengan waktu blog kita akan dikunjungi para tamu istimewa. Merekalah sahabat dan teman dekat kita.
Nah, sekarang bagaimana sih caranya agar visitor/pengunjung blog kita semakin naik naik ke puncak gunung? Karena sebagus apapun blog kita kalau sepi pengunjung ya ibarat pohon : “Rindang Namun Tak Berbuah.” Read more…
Hari Jumat/12 Pebruari 2010 kemarin Pesta Kemeriahan Bersepeda di Humberqu sudah ditutup. Tercatat 59 kontestan kemeriahan di Humberqu sudah masuk ruang karantina, dan kini sedang menunggu saat-saat eksekusi tiba. Bukan main, luar biasa meriahnya acara tersebut. Lalu blog ini mendapat pingback/lacak balik dari Mas Zipoer. Langsung saja saya meluncur ke sana di mana para peserta kemeriahan hamberqu ada 59 peserta dengan cerita-cerita menarik, lucu, unik dan tak terlupakan. Alhamdulillah blog ini sebagai salah satu peserta kemeriahan telah terkunci di ruang karantina Kamar no.17. Kini dengan hati berdebar menunggu saat eksekusi datang menjelang.
Para peserta yang ikut benar-benar memeriahkan launching hamberqu dalam cerita bersepeda yang unik, menarik, lucu dan tak terlupakan dalam kontes kemeriahan di Humberqu. Semoga dengan kontes kemeriahan tersebut akan terjalin persahabatan para blogger yang semakin erat dan harmonis. Adapun cindera mata yang telah disediakan oleh kang zipoer bukanlah tujuan utama, namun rasa kebersamaan dan kekeluargaanlah tujuan utama.
Dan seandainya blogku terpilih sebagai salah satu penerima penghargaan, itu suatu anugrah dan hanya suatu kebetulan/keberuntungan saja. Maka doa dan dukungan moril para sahabat semua sangat saya harapkan. Semoga dengan acara tersebut dan acara lain yang digelar pada event berikutnya akan semakin mempererat persaudaraan dan persahabatan para blogger di tanah air tercinta.
Salam hangat jabat erat dariku.
Ini dia 59 Kontestan Sepeda dalam Pesta Kemeriahan Bersepeda di Humberqu ditambah 1 sebagai sang Eksekutor jadi genap sudah menjadi 60 peserta. Read more…
Kisah nyata bersepeda dalam kemeriahan di Humberqu……!
Saat itu aku masih duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar tigapuluh tahun yang lalu atau sekitar tahun 1980an. Ya, memang sudah sangat lama namun sampai sekarang peristiwa itu masih membekas dalam ingatanku, dan tidak mudah terhapus seperti menghapus memory di hardisc atau flashdisc.
Nah, hari itu aku disuruh ayahku untuk mencari potongan daun kol di belakang pasar Tidar, Magelang untuk makanan kelinci. Biasanya kelinci-kelinci itu kuberi makanan rumput, daun-daunan, kol dan ampas tahu secara berselang seling agar tidak bosan. Maka berangkatlah aku mengendarai sepeda onthel ayahku. Aku masih ingat merek sepedanya, “Miyata” tapi aku lupa sepeda keluaran tahun berapa. Jarak dari rumah ke pasar Tidar sekitar lima kilometer dengan jalanan agak menanjak. Read more…
Tegur Sapa Tamu Istimewa