Hari ini, Kamis 29 Juli 2010 merupakan hari bersejarah dalam hidup saya, khususnya dalam dunia maya. Hari ini Rachmadwidodo’s Weblog belajar merangkak selangkah alias berumur genap satu tahun, dan belajar menuruti kata hati dan nurani untuk belajar berbagi dan belajar mensyukuri atas segala nikmat, rachmat dan karunia Illahi yang senantiasa dilimpahkan kepada saya dan keluarga. Semoga karunia dan nikmat tersebut dilimpahkan juga kepada segenap tamu istimewa blog ini.
Setelah libur selama beberapa saat dikarenakan kesibukan di dunia nyata, saya coba mengupdate blog ini kembali.
Terimakasih dan penghargaan yang tak terhingga kepada segenap pengunjung dan tamu istimewa yang masih dengan setia menjenguk blog ini sehingga meskipun dalam keadaan vakum namun alhamdulillah PRnya malah merangkak naik. Permohonan maaf juga saya sampaikan karena saya belum dapat mengakomodasi komentar,saran dan masukan dari segenap tamu istimewa.Mudah-mudahan meski jelas terlambat akan saya approve secepatnya.
Postingan pertama di awal tahun kedua ini akan saya sampaikan berprasangka baik /positif thingking terhadap keluarga dan sesama. Peristiwa di bawah ini mungkin saja pernah terjadi dalam kehidupan keluarga kita. Apapun sikap dan tindakan kita, saya tidak ada niat memvonis atau menghakimi atas keputusan apa yang Anda ambil. Masing-masing tentu ada konsekuensi logisnya. Suatu misal: Read more…
Suatu hari, tampak seorang pemuda tergesa-gesa memasuki sebuah restoran karena kelaparan sejak pagi belum sarapan. Setelah memesan makanan, tampak seorang gadis kecil penjaja kue menghampirinya, “Om, beli kue Om, masih hangat dan enak rasanya.”
“Nggak, Dik. Saya lapar mau makan nasi saja,” kata si pemuda menolak. Sambil tersenyum gadis kecil penjaja kue itu pun berlalu dan menunggu di luar restoran.
Melihat si pemuda telah selesai menyantap makanannya, si gadis kecil menghampiri lagi dan menyodorkan kuenya. Si pemuda, sambil beranjak ke kasir hendak membayar makanan berkata, “Tidak, Dik. Saya sudah kenyang.”
Sambil bersikukuh mengikuti si pemuda, si gadis kecil pun berkata, “Kan Kuenya bisa buat oleh-oleh pulang, Om.”
Dompet yang belum sempat dimasukan ke kantong pun dibukanya kembali. Lalu, dikeluarkan dua lembar ribuan dan si pemuda menyodorkan kepada si gadis penjual kue. “Saya tidak mau kuenya. Uang ini anggap saja sedekah dari saya.” Read more…
Para Tamu Istimewa blog ini, dalam hidup dan kehidupan ini kita sangat memerlukan seorang teman, kerabat dan sahabat. Tidak mungkin kita bisa hidup sendiri tanpa kehadiran seorang teman. Dengan kehadiran teman dan sahabat hidup terasa lebih nyaman, lebih harmonis dan lebih membahagiakan.
Dari sekian teman dan sahabat, saya yakin tentu Para Tamu istimewa memiliki satu atau beberapa teman istimewa. Istimewa dalam arti mungkin kesetiaannya, kejujurannya, kesabaran, suka menolong atau yang lainnya. Mudah-mudahan postingan kali ini bisa menjadikan motivasi bagi saya dan Anda untuk lebih mempererat dan lebih menghargai arti pertemanan dan persahabatan. Salam hangat jabat erat dariku. Read more…
Tegur Sapa Tamu Istimewa