Arsip

Posts Tagged ‘kemeriahan di Humberqu’

Ini dia 59 Kontestan Sepeda dalam Pesta Kemeriahan Bersepeda di Humberqu

14 Februari 2010 40 komentar

Hari Jumat/12 Pebruari 2010 kemarin Pesta Kemeriahan Bersepeda di Humberqu sudah ditutup. Tercatat 59 kontestan kemeriahan di Humberqu sudah masuk ruang karantina, dan kini sedang menunggu saat-saat eksekusi tiba. Bukan main, luar biasa meriahnya acara tersebut. Lalu blog ini mendapat pingback/lacak balik dari Mas Zipoer. Langsung saja saya meluncur ke sana di mana para peserta kemeriahan hamberqu ada 59 peserta dengan cerita-cerita menarik, lucu, unik dan tak terlupakan. Alhamdulillah blog ini sebagai salah satu peserta kemeriahan telah terkunci di ruang karantina  Kamar no.17. Kini dengan hati berdebar menunggu saat eksekusi datang menjelang.

Para peserta yang ikut benar-benar memeriahkan launching hamberqu dalam cerita bersepeda yang unik, menarik, lucu dan tak terlupakan dalam kontes kemeriahan di Humberqu. Semoga dengan kontes kemeriahan tersebut akan terjalin persahabatan para blogger yang semakin erat dan harmonis. Adapun cindera mata yang telah disediakan oleh kang zipoer bukanlah tujuan utama, namun rasa kebersamaan dan kekeluargaanlah tujuan utama.

Dan seandainya blogku terpilih sebagai salah satu penerima penghargaan, itu suatu anugrah dan hanya suatu kebetulan/keberuntungan saja. Maka doa dan dukungan moril para sahabat semua sangat saya harapkan. Semoga dengan acara tersebut dan acara lain yang digelar pada event berikutnya  akan semakin mempererat persaudaraan dan persahabatan para blogger di tanah air tercinta.

Salam hangat jabat erat dariku.

Ini dia 59 Kontestan Sepeda dalam Pesta Kemeriahan Bersepeda di Humberqu ditambah 1 sebagai sang Eksekutor jadi genap sudah menjadi 60 peserta. Read more…

Kisah Nyata Saat Bersepeda

1 Februari 2010 35 komentar

Kisah nyata bersepeda dalam kemeriahan di Humberqu……!

Saat itu aku masih duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar tigapuluh tahun yang lalu atau sekitar tahun 1980an. Ya, memang sudah sangat lama namun sampai sekarang peristiwa itu masih membekas dalam ingatanku, dan tidak mudah terhapus seperti menghapus memory di hardisc atau flashdisc.

Nah, hari itu aku disuruh ayahku untuk mencari potongan daun kol di belakang pasar Tidar, Magelang untuk makanan kelinci. Biasanya kelinci-kelinci itu kuberi makanan rumput, daun-daunan, kol dan ampas tahu secara berselang seling agar tidak bosan. Maka berangkatlah aku mengendarai sepeda onthel ayahku. Aku masih ingat merek sepedanya, “Miyata” tapi aku lupa sepeda keluaran tahun berapa. Jarak dari rumah ke pasar Tidar sekitar lima kilometer dengan jalanan agak menanjak. Read more…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.