Arsip

Posts Tagged ‘Model Pembelajaran Berbicara’

Model Pembelajaran Bermain Peran

30 November 2009 9 komentar

Model Pembelajaran Bermain Peran merupakan salah satu sub bagian dari Model Pembelajaran Berbicara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sub bagian yang lain dari model pembelajaran Berbicara yaitu : Ulang Ucap, Lihat Ucapkan, Memerikan, Menjawab Pertanyaan, Bertanya, Reka Cerita Gambar, Melanjutkan Cerita, Menceritakan Kembali, Bercerita dan Parafrase.

Model pembelajaran Bermain Peran merupakan pembelajaran terakhir pada model pembelajaran Berbicara. Dengan demikian maka dikandung pengertian bahwa model pembelajaran ini sebagai tataran tertinggi dalam model pembelajaran Berbicara. Jika dalam model pembelajaran berbicara sebelumnya masih terdapat campur tangan guru, maka dalam Bermain Peran ini sudah hampir 100% murni dari inisiatif, spontanitas dan pemikiran peserta didik. Dalam praktiknya Bermain Peran ini menyerupai sandiwara atau drama, hanya saja dalam bentuk yang lebih kecil/sederhana. Maka peserta didik akan memperoleh peran dan teks dialog yang harus dihafalkan untuk  ditampilkan di depan kelas nanti.

Salah satu contoh langkah-langkah pembelajarannya, sebagai berikut : Baca selengkapnya…

Model Pembelajaran Parafrase

30 November 2009 8 komentar

Model Pembelajaran Parafrase merupakan salah satu sub bagian dari Model Pembelajaran Berbicara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sub bagian yang lain dari model pembelajaran Berbicara yaitu : Ulang Ucap, Lihat Ucapkan, Memerikan, Menjawab Pertanyaan, Bertanya, Reka Cerita Gambar, Melanjutkan Cerita, Menceritakan Kembali, Bercerita dan Bermain Peran.

Model pembelajaran Parafrase merupakan pembelajaran berbicara tingkat lanjut sebelum pembelajaran Bermain Peran. Beberapa unsur Parafrase yaitu : Baca selengkapnya…

Model Pembelajaran Bercerita

30 November 2009 4 komentar

Model Pembelajaran Bercerita merupakan salah satu sub bagian dari Model Pembelajaran Berbicara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sub bagian yang lain dari model pembelajaran Berbicara yaitu : Ulang Ucap, Lihat Ucapkan, Memerikan, Menjawab Pertanyaan, Bertanya, Reka Cerita Gambar, Melanjutkan Cerita, Menceritakan Kembali, Parafrase, Bermain Peran.

Model pembelajaran Bercerita merupakan pembelajaran berbicara yang hampir sepenuhnya pemikiran peserta didik sendiri. Guru hanya sebagai moderator dan motivator. Pada pembelajaran awal dimungkinkan mengangkat tema-tema cerita dari gagasan peserta didik sendiri, namun seiring waktu ide/tema cerita berasal atau ditentukan guru. Tentu saja tema cerita yang menggugah, menarik dan aktual. Bisa juga dimulai cerita dari lingkungan kehidupan sehari-hari peserta didik, lalu menuju lingkungan/kawasan yang luas dan lebih kompleks.

Salah satu contoh langkah-langkah pembelajarannya, sebagai berikut : Baca selengkapnya…

Model Pembelajaran Menceritakan Kembali

30 November 2009 2 komentar

Model Pembelajaran Menceritakan Kembali merupakan salah satu sub bagian dari Model Pembelajaran Berbicara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sub bagian yang lain dari model pembelajaran Berbicara yaitu : Ulang Ucap,Lihat Ucapkan, Memerikan, Menjawab Pertanyaan, Bertanya, Reka Cerita Gambar, Melanjutkan Cerita, Bercerita, Parafrase dan Bermain Peran.

Model pembelajaran Menceritakan Kembali merupakan kelanjutan dari  model pembelajaran Melanjutkan Cerita. Maka dikandung pengertian bahwa setelah peserta didik dan guru menguasai pembelajaran Melanjutkan Cerita maka akan meningkat ke model pembelajaran Menceritakan Kembali. Di dalam model pembelajaran ini peserta didik sudah mulai belajar mandiri merangkai kata-kata dan kalimat sendiri meskipun secara sederhana. Bukan tanpa kendala tentunya, karena  mungkin peserta didik  akan mengalami : Baca selengkapnya…

Model Pembelajaran Melanjutkan Cerita

22 November 2009 12 komentar

Model Pembelajaran Melanjutkan Cerita merupakan salah satu sub bagian dari Model Pembelajaran Berbicara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sub bagian yang lain dari model pembelajaran Berbicara yaitu : Ulang Ucap, Lihat Ucapkan, Memerikan, Menjawab Pertanyaan, Bertanya, Reka Cerita Gambar, Menceritakan Kembali, Bercerita, Parafrase, Bermain Peran.

Model pembelajaran Melanjutkan Cerita merupakan pembelajaran dalam rangka melatih siswa dalam berbicara dan bercerita  dengan cara melanjutkan sepenggal cerita yang belum selesai. Sengaja cerita tidak diselesaikan guru, agar siswa sendiri yang melanjutkannya.

Salah satu contoh langkah-langkah pembelajarannya, sebagai berikut : Baca selengkapnya…

Model Pembelajaran Reka Cerita Gambar

21 November 2009 20 komentar

Model Pembelajaran Reka Cerita Gambar merupakan salah satu sub bagian dari Model Pembelajaran Berbicara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sub bagian yang lain dari model pembelajaran Berbicara yaitu : Ulang Ucap, Lihat Ucapkan, Memerikan, Menjawab Pertanyaan, Bertanya, Melanjutkan Cerita, Menceritakan Kembali, Bercerita, Parafrase, Bermain Peran.

Model pembelajaran Reka Cerita Gambar merupakan pembelajaran bercerita berdasarkan gambar, bisa gambar satuan (terpisah) bisa pula gambar berseri/berurutan.

Salah satu contoh langkah-langkah pembelajarannya, sebagai berikut : Baca selengkapnya…

Model Pembelajaran Bertanya

21 November 2009 4 komentar

Model Pembelajaran Bertanya merupakan salah satu sub bagian dari Model Pembelajaran Berbicara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sub bagian yang lain dari model pembelajaran Berbicara yaitu : Lihat Ucapkan, Memerikan, Menjawab Pertanyaan, Reka Cerita Gambar, Melanjutkan Cerita, Menceritakan Kembali, Bercerita, Parafrase dan Bermain Peran.

Model pembelajaran Bertanya merupakan pembelajaran lanjutan setelah siswa melampaui model pembelajaran Menjawab Pertanyaan. Model pembelajaran ini kebalikan daripada model pembelajaran Menjawab Pertanyaan. Karena pada model pembelajaran ini siswa dilatih untuk menguasai kemampuan bertanya bukan menjawab pertanyaan. Bagi siswa tentu bukanlah hal yang mudah.

Ada beberapa kendala yang layak mendapatkan perhatian dari guru sehubungan dengan kemampuan bertanya siswa, di antaranya :

1). Siswa kesulitan bertanya karena merasa malu/kurang percaya diri.

2). Siswa kesulitan bertanya karena belum sepenuhnya menguasai materi sehingga tidak tahu apa yang mesti ditanyakan.

3). Siswa kesulitan bertanya karena merasa takut/khawatir nanti dianggap bodoh.

4). Siswa kesulitan bertanya karena kesulitan mengungkapkan kalimat pertanyaan meskipun sebenarnya  ia tahu apa yang belum diketahuinya.

Untuk mengatasi kendala seperti di atas guru dapat mengambil beberapa langkah misalnya : Baca selengkapnya…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 52 pengikut lainnya.