Arsip

Posts Tagged ‘sertifikasi’

Seandainya Pak Guru Warso Lolos Sertifikasi

28 Januari 2010 28 komentar

Menjelang akhir bulan Januari Tahun 2010 ini pendataan guru yang mau ikut sertifikasi sudah dikirimkan oleh setiap sekolah, baik SD, SMP maupun SMA. Baik guru negeri maupun guru swasta. Kabar-kabarnya kuota untuk kriteria S1 ada kenaikan berapa persen begitu.

Ah, ada perasaan optimis di hati Pak Guru Warso, soalnya dia  sudah didaftarkan oleh kepala sekolahnya beberapa hari yang lalu. Tinggal menunggu hasil seleksi tingkat kabupaten. Mungkin awal Februari nanti sudah bisa diumumkan hasilnya. Sudah empat kali periode seleksi beliau gagal terus alias tidak lolos . Aku sendiri baru sekali ini ikut seleksi, maklum masih terhitung guru muda…..hehehe.

Dalam hati Pak Guru Warso berdoa mudah-mudahan periode kali ini dia lolos sertifikasi lalu dapat tunjangan satu kali gaji. Wuih….membayangkan saja rasanya sudah senang sekali.Tapi.. Eit! tunggu dulu….ternyata pesertanya banyak sekali. Apalagi ada tambahan lulusan S1 perguruan tinggi sekian ribu  yang kebanyakan sudah usia tua semua. Begitu lulus dan diwisuda bulan Oktober 2009 kemarin ini langsung  mendaftarkan diri. Read more…

Categories: Tokoh Kita Tag:

Sertifikasi Guru dan Kualitas Pendidikan

9 Desember 2009 6 komentar

Sejak program sertifikasi digulirkan sudah sekian guru merasakan tambahan satu kali gaji, bahkan ada yang sampai ngrapel beberapa bulan. Setelah menerima tunjangan sertifikasi tersebut apakah ada peningkatan kinerja guru secara signifikan sampai saat ini masih belum diketahui karena belum diadakan survey dan superfisi. Kabar-kabarnya sih baru akan.

Namun setelah diseminarkan, menurut beberapa pengamat berpendapat bahwa ternyata sertifikasi guru sebagai pembuktian peningkatan kualitas intelektual profesi pendidik belum bisa dibuktikan. Umumnya guru hanya sekadar mengejar sertifikat demi meningkatkan penghasilannya. Demikian hal itu terungkap pada diskusi “Guru Bersertifikat Vs Guru Intelektual”, yang digelar Sampoerna Foundation di Sampoerna School of Education, Jakarta, Selasa (24/11) siang. Dalam paparannya, Lodi F Paat, koordinator Koalisi Pendidikan, mengatakan, sejauh ini guru hanya dijadikan sebagai operator pendidikan.
“Di sekolah mereka menjadi operator bagi kebijakan pemerintah, buku-buku pelajaran, ujian, dan sebagainya, yang membuat ketidakjelasan orientasi tentang guru seperti apa yang ingin diharapkan melalui LPTK,” ujar Lodi.
Sertifikasi guru melalui Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) itu, lanjut Lodi, tidak membentuk guru melakukan kerja intelektualnya. (Waduh, betul nggak kira-kira pendapat Lodi F Paat tersebut ya?). Read more…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.