Beranda > Pembelajaran > Model Pembelajaran Jigsaw (Aronson,Blaney,Stephen,Sikes and Snapp,1978)

Model Pembelajaran Jigsaw (Aronson,Blaney,Stephen,Sikes and Snapp,1978)


Dalam model pembelajaran Jigsaw (Model Tim Ahli), setiap anggota kelompok mempunyai tugas dan peran yang sama dengan materi berbeda (masih dalam satu bab) namun bobotnya relatif sama. Tidak ada anggota kelompok yang tidak mendapat bagian tugas.

Adapun langkah-langkah pembelajarannya adalah sebagi berikut  :

  1. Siswa dikelompokkan ke dalam  4 anggota tim.
  2. Tiap orang anggota dalam tim diberi bagian materi yang berbeda.
  3. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan.
  4. Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka .
  5. Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli, tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh.
  6. Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi.
  7. Guru memberi evaluasi.
  8. Kesimpulan/Penutup.

Demikianlah, mudah-mudahan postingan ini dapat menambah khasanah pembelajaran kita sehingga pembelajaran yang dirancang Bapak/Ibu Guru dapat lebih bervariatif, lebih bermakna, menantang sekaligus menyenangkan.

Majulah Pendidikan di Indonesia!

  1. M Daud N
    22 Desember 2009 pukul 09:56

    Maaf, bukankah langkah 2 dan 3 maksudnya sama?
    Satu lagi, apakah langkah 5 tidak mubazir? Bukankah semua orang dapat memahami semua materi pada saat presentasi Tim Ahli (langkah 6)?
    Mohon penjelasan. Terima kasih.

  2. wyw1d
    22 Desember 2009 pukul 14:06

    Langkah 2 pembagian materi YANG BERBEDA, jadi tiap anggota tim materinya tidak sama.
    Langkah 3 pembagian materi YANG DITUGASKAN, maksudnya ditugaskan saat bertemu kelompok baru(langkah4)dia harus melakukan apa?
    Saya rasa tidak mubadzir Pak M Daud N,karena kalau langsung mempresentasikan tanpa langkah5,maka dalam satu kelompok belum menyatukan visi dan pendapat ketika diskusi di langkah4, sehingga masing2 anggota kelompok masih berdiri sendiri2. Hal ini akan menimbulkan kesulitan ketika memasuki langkah6 jika ada pertanyaan dan sanggahan dari kelompok lain siapa yang wajib menjawab?
    Terimakasih atas pertanyaan dari Bapak M Daud N,betapa senang saya mendapat respon positif dari Bapak.Semoga jawaban saya dapat diterima. Apabila masih ada yang akan ditanyakan dengan segala kerendahan hati akan saya terima dan saya balas dengan keterbatasan saya.

  3. jhon
    17 Mei 2012 pukul 17:20

    bagai mana dalam proses pembelajaran jigsaw ini.. apa bila siswa 23 orang, sedangkan materi pembelajaran ada 5kelompok yang terbagi dalam klompok ahli.. sementara sisa dari kelompok asal ada 3 siswa.kalo ditambah dlam klompok ahli juga lebih, . tolong kasi tau saya mau di bawa ke mana siswa yg 3 itu..?

  4. 25 Agustus 2012 pukul 07:58

    Mengapa harus ke dalam 4 anggota tim?
    Lalu bagaimana cara menggunakan model pembelajaran ini jika akan diterapkan pada siswa sekolah dasar yang masih sulit untuk dikondisikan dalam diskusi kelompok?
    Terima kasih

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: