Beranda > Pembelajaran > Model Pembelajaran Memerikan

Model Pembelajaran Memerikan


Model Pembelajaran Memerikan merupakan salah satu sub bagian dari Model Pembelajaran Berbicara pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Sub bagian yang lain dari model pembelajaran Berbicara yaitu : Ulang Ucap, Lihat Ucapkan, Menjawab Pertanyaan, Bertanya, Reka Cerita Gambar, Melanjutkan Cerita, Menceritakan Kembali, Bercerita, Parafrase, Bermain Peran.

Model pembelajaran Memerikan merupakan pembelajaran tingkat lanjutan setelah siswa menguasai/mengalami model pembelajaran ulang ucap dan lihat ucapkan. Dalam model pembelajaran Memerikan ini siswa belajar bagaimana memerikan atau memenggal kata atau kalimat menurut suku katanya. Misalnya : kata transmigrasi menjadi tran-smig-ra-si, april  >  ap-ril, koruptor > ko-rup-tor, dsb.

Salah satu contoh langkah-langkah pembelajarannya, sebagai berikut :

  1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran/KD.
  2. Siswa membentuk menjadi beberapa kelompok beranggotakan 3-4  siswa.
  3. Guru mengucapkan sepatah kata atau menunjukkan tulisan sepatah kata atau kalimat, lalu memberi contoh memerikan kata atau kalimat tersebut beserta kaidah-kaidahnya.
  4. Guru mengucapkan sepatah kata atau menunjukkan tulisan sepatah kata atau kalimat yang lainnya lalu menyuruh siswa mengucapkan dan memerikan kata atau kalimat tersebut menurut kaidah-kaidahnya.
  5. Guru menyuruh siswa satu persatu mengambil/memilih gulungan kertas yang sudah disiapkan terlebih dahulu berisi tulisan kata/kalimat lalu siswa tersebut memerikannya sementara siswa yang lain mendengarkan dan menilainya.
  6. Demikian seterusnya sampai semua siswa mendapat gilirannya.
  7. Evaluasi.
  8. Kesimpulan.

NB : Ini sekedar contoh saja, Bapak/Ibu dapat merencanakan pembelajaran yang lebih variatif dengan media dan metode pembelajaran yang relevan.

Kemampuan membuat desain pembelajaran merupakan fokus kompetensi yang harus Bapak/Ibu kuasai sebagai seorang guru. Alasannya, kemampuan mendesain pembelajaran sangat berkaitan langsung dengan pelaksanaan tugas Bapak/Ibu di lapangan sebagai pemegang kendali proses pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas.
Tidak ada metode pembelajaran Berbicara yang sempurna. Guru dituntut untuk mampu memilah dan memilih serta menentukan metode yang paling relevan dengan tujuan dan situasi yang dihadapinya di kelas.

Demikianlah, mudah-mudahan postingan ini dapat menambah khasanah pembelajaran bahasa Indonesia kita sehingga pembelajaran bahasa Indonesia yang dirancang Bapak/Ibu Guru dapat lebih bervariatif, lebih bermakna, menantang sekaligus menyenangkan.

Majulah Pendidikan di Indonesia!

  1. 25 Desember 2013 pukul 14:33

    I comment each time I especially enjoy a post on a site or I have something to valuable to contribute to the discussion.

    It is triggered by the passion communicated in the
    post I browsed. And on this article Model Pembelajaran Memerikan .
    I was moved enough to post a thought😉 I actually do have 2 questions for you if it’s allright.

    Is it only me or do a few of these comments
    look as if they are coming from brain dead folks?😛 And, if you are writing on additional online sites, I would
    like to keep up with anything new you have to post.
    Could you list every one of your public pages like your
    linkedin profile, Facebook page or twitter feed?

  2. 7 Oktober 2014 pukul 10:47

    Normally I don’t read post on blogs, however I would like to say
    that this write-up very forced me to check out and do so! Your writing taste
    has been amazed me. Thanks, quite great post.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: