Beranda > Pembelajaran > Model Pembelajaran Menceritakan Kembali

Model Pembelajaran Menceritakan Kembali


Model Pembelajaran Menceritakan Kembali merupakan salah satu sub bagian dari Model Pembelajaran Berbicara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sub bagian yang lain dari model pembelajaran Berbicara yaitu : Ulang Ucap,Lihat Ucapkan, Memerikan, Menjawab Pertanyaan, Bertanya, Reka Cerita Gambar, Melanjutkan Cerita, Bercerita, Parafrase dan Bermain Peran.

Model pembelajaran Menceritakan Kembali merupakan kelanjutan dari  model pembelajaran Melanjutkan Cerita. Maka dikandung pengertian bahwa setelah peserta didik dan guru menguasai pembelajaran Melanjutkan Cerita maka akan meningkat ke model pembelajaran Menceritakan Kembali. Di dalam model pembelajaran ini peserta didik sudah mulai belajar mandiri merangkai kata-kata dan kalimat sendiri meskipun secara sederhana. Bukan tanpa kendala tentunya, karena  mungkin peserta didik  akan mengalami :

a). Dihinggapi perasaan malu dan canggung untuk melakukan praktik menceritakan kembali.

b). Sering terjadi macet di jalan, atau kehabisan kata-kata/kalimat.

c). Sering terjadi pengulangan kata-kata yang sama/itu-itu saja.

Untuk menangani masalah/kendala di atas solusi yang dapat ditempuh antara lain :

a). Pemberian motivasi yang cukup pada para peserta didik.

b). Guru sering memberi umpan di mana dirasa diperlukan saja.

c). Perlu memperluas/menambah perbendaharaan kata dan kalimat para peserta didik.

d). Tema-tema cerita hendaknya yang menarik, actual, sesuai dengan minat dan motivasi peserta didik.

Sebagai salah satu contoh langkah-langkah pembelajarannya, sebagai berikut :

  1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran/KD.
  2. Guru menceritakan suatu peristiwa sehari-hari secara sederhana dalam satu paragraf.
  3. Guru memberi  tugas salah satu peserta didik untuk menceritakan kembali peristiwa tersebut dengan kata-kata peserta didik sendiri.Hal ini dilakukan tanpa peserta didik maju ke depan kelas tetapi cukup di mejanya sendiri.
  4. Guru menunjuk peserta didik yang lain untuk melakukan hal yang sama.
  5. Guru menceritakan peristiwa yang lain, sedangkan peserta  didik tekun memperhatikan.
  6. Kadang dengan cara ditunjuk peserta didik akan enggan, maka guru dapat membuat kertas gulungan berisi nama-nama peserta didik lalu dikocok dan diundi, maka yang namanya muncul/keluar harus berani maju ke depan kelas untuk menceritakan kembali apa yang sudah diceritakan guru.
  7. Demikian seterusnya sampai seluruh siswa maju untuk menceritakan kembali.
  8. Evaluasi.
  9. Kesimpulan.

Kemampuan membuat desain pembelajaran merupakan fokus kompetensi yang harus Bapak/Ibu kuasai sebagai seorang guru. Alasannya, kemampuan mendesain pembelajaran sangat berkaitan langsung dengan pelaksanaan tugas Bapak/Ibu di lapangan sebagai pemegang kendali proses pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas.

Tidak ada metode pembelajaran Berbicara yang sempurna, maka Guru dituntut untuk mampu memilah dan memilih serta menentukan media dan metode yang paling relevan dengan tujuan dan situasi yang dihadapinya di kelas.

Demikianlah, mudah-mudahan postingan ini dapat menambah khasanah pembelajaran bahasa Indonesia kita sehingga pembelajaran bahasa Indonesia yang dirancang Bapak/Ibu Guru dapat lebih bervariatif, lebih bermakna, menantang sekaligus menyenangkan.

Majulah Pendidikan di Indonesia!

  1. ade
    27 Juni 2010 pukul 10:34

    thx y infonya.. ^^
    saya senang membaca blog ini,
    sangat bermanfaat..🙂
    menambah pengetahuan

  2. 7 Juli 2013 pukul 18:34

    masih belajar nge blog ni mas. minta tips nya biar sebagus blog nya mas dong. hehehe makasih

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: