Beranda > Handphoneku > Ponsel Sebagai Alat Pembelajaran

Ponsel Sebagai Alat Pembelajaran


Sampai sekarang penggunaan ponsel di sekolah atau lembaga pendidikan masih dibatasi dan diawasi atau bahkan dilarang apabila dioperasikan selama proses pembelajaran. Hal itu dilakukan kebanyakan karena aktivitas berponsel yang mengganggu lingkungan sekolah dan mengganggu konsentrasi jalannya pembelajaran. Akibatnya sering terjadi perampasan ponsel, razia ponsel atau operasi ponsel yang berisi materi melanggar UU Pornografi.

Hal ini terbukti dari beberapa kasus baik kecil maupun besar di Indonesia tidak terlepas dari peran dan fungsi ponsel. Seperti yang termuat dalam postingan saya yang bertajuk 6 Bukti Penyalahgunaan Ponsel. Karena banyaknya berita tentang pelarangan ponsel dan betapa negatifnya pengaruh ponsel, maka seolah-olah ponsel menimbulkan banyak madlarat daripada manfaatnya. Selama ini sangat dikhawatirkan bahwa para siswa/mahasiswa bisa menggunakan ponsel untuk mencontek atau mengambil foto dan merekam video yang tak senonoh.

Kebanyakan sekolah masih membatasi pemakaian ponsel karena memang alasannya kuat.
Di bagian lainnya di Amerika, sejumlah remaja telah ditangkap karena melakukan “sexting” – yaitu mengambil foto tak senonoh lalu menyebarkannya lewat ponsel. Para siswa juga memakai ponsel untuk mencontek. Dalam suatu polling, lebih dari 35 persen remaja/mahasiswa mengaku pernah mencontek lewat ponsel. Dan ternyata ponsel kini begitu menjamur sehingga repot untuk disita semua oleh guru, karena akibatnya malah menimbulkan konflik sehingga mengganggu. Di Indonesia pun tidak jauh berbeda. Operasi ponsel di sejumlah sekolah telah menemukan penyalahgunaan ponsel di kalangan siswa baik dari segi isi maupun prilaku berponsel tidak pada tempatnya.

Namun di sisi lain, apabila kita jeli dan kreatif tentu ponsel bisa menjadi alat yang berguna bagi siswa dan gurunya. Yang saya maksudkan adalah Ponsel Sebagai Media Pembelajaran. Yah, mengapa tidak? Seorang guru yang kreatif dan inovatif tentu jeli dalam memanfaatkan lingkungan sekitar siswa sebagai media pembelajaran karena dekat dengan peserta didik/siswa.

Jika kita cermati ternyata ponsel tidak melulu hanya untuk sms dan menelepon saja (itu mah ponsel jadul cuma buat sms sama nelpon) namun beragam fungsi ponsel tentunya dengan spesifikasi khusus. Zaman makin maju,pengetahuan dan teknologi pun demikian, maka tak heran bermunculan ponsel dengan beragam fungsi dan fitur-fitur modern. Nah, kecanggihan ponsel yang demikian itu mengapa tidak dimanfaatkan guru untuk memajukan pembelajaran/pendidikan di sekolahnya? Lalu apa sajakah manfaat ponsel untuk pembelajaran?
Manfaat Ponsel ( dengan specifikasi khusus) untuk alat pembelajaran antara lain :

  • Sebagai alat hitung (menggantikan kalkulator).
  • Sebagai alat bantu menterjemah bahasa secara digital.
  • Sebagai sarana bimbingan siswa ( sms mengingatkan siswa untuk mengerjakan PR,untuk saatnya belajar, dsb)
  • Sebagai alat mengambil gambar/foto untuk bahan belajar.
  • Sebagai alat permainan perburuan kosa kata bahasa secara digital.
  • Ponsel kini bisa disamakan dengan komputer kecil – bisa mengecek email, melakukan pencarian on-line, dan merekam podcast. Sementara kebanyakan sekolah di daerah tak mampu memberikan komputer untuk tiap murid. Ponsel menjadi salah satu alternative.
  • Para guru bisa membuat blog (web log, catatan di situs internet) lewat ponsel.
  • Para siswa bisa mencari informasi pembelajaran di internet lewat ponsel.
  • Para siswa bisa melakukan riset lewat SMS atau internet di ponsel
  • Para siswa bisa memakai kamera ponsel untuk mengambil foto dan memasukkannya pada tugas sekolah.

Kita bisa melakukan berbagai hal dengan ponsel, jadi mengapa tidak dipakai untuk mengajar juga? Bagi siswa sesuatu hal menarik seperti ponsel yang sehari-hari mereka pakai bersenang-senang, bisa memberikan mereka alternatif baru untuk belajar di luar kelas di mana cara ini memanfaatkan kecintaan anak-anak pada teknologi terkini. Dengan ponsel sebagai media pembelajaran diharapkan anak-anak lebih termotivasi untuk memakai ponsel mereka untuk tujuan yang mendidik. Bukan malah melarang atau menghindarinya, namun kita harus memikirkan cara untuk mencegah mereka menyalahgunakan ponsel.

Jika guru khawatir siswanya menyalahgunakan ponsel,misalnya curang atau mencontek saat ulangan kemudian melarang membawa ponsel, itu bukan berarti siswa tidak akan curang karena mereka tetap bisa curang dengan berbagai cara. Maka mental siswa kitalah yang perlu kita bina.

Di Pulaski, Wisconsin, kira-kira 210 km di utara Milwaukee, seorang guru bahasa Spanyol, Katie Titler diberitakan telah menugaskan para siswanya untuk merekam suara masing-masing di ponsel untuk ujian wacana. “Khususnya untuk pelajaran bahasa asing, cara ini sangat baik untuk menilai kemampuan bicara secara formal atau informal, yang mana sulit dilakukan secara rutin karena besarnya kelas dan keterbatasan waktu,” jelas Titler.

Jimbo Lamb, seorang guru matematika di suatu sekolah sekitar Annville-Cleona, di selatan Pennsylvania Tengah, menyuruh para siswa menjawab pertanyaan lewat ponsel mereka dalam suatu situs polling internet. Dengan seketika ia bisa tahu jumlah siswa yang paham.”Teknologi ini membantu para guru agar lebih produktif,” katanya.

Bapak dan Ibu Guru di Indonesia, tertarikkah untuk mencoba?

  1. Hermin
    21 Desember 2009 pukul 14:42

    Mengubah mental siswa menjadi sehat akan terwujud bila semua unsur mulai orang tua,guru, masyarakat maupun pemerintah bisa saling mendukung. Siswa perlu keteladanan alias contoh baik dari orang tua, guru, masyarakat maupun pemerintah. Proses untuk itu memang sangatlah panjang karena sekarang ini justru penyalahgunaan ponsel banyak terjadi.

  2. wyw1d
    21 Desember 2009 pukul 15:05

    Memang benar, mental dan keteladanan merupakan 2 kata kunci pendapat/komentar Anda Mbak Hermin. Terimakasih, senang saya mendapat masukan dari pengunjung seperti Mbak Hermin.Saya tunggu kunjungan berikutnya ya.

  3. ade
    27 Juni 2010 pukul 10:25

    thx y infonya.. ^^
    saya senang membaca blog ini,
    sangat bermanfaat..🙂

  4. 11 April 2012 pukul 21:11

    Tulisan yang bagus, hp ibarat mata pisau,

  5. 17 September 2014 pukul 14:04

    wahhh banyak banget ya fungsi ponsel tapi sayangnya di jaman sekarang ini ponsel banyak sekali di salah gunakan..
    terimakasih😉

  6. 16 April 2015 pukul 13:04

    ternyata fungsinya banyak banget yaaa

  1. 10 Januari 2013 pukul 08:51

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: