Beranda > Pembelajaran > Model Pembelajaran Baca Parafrasekan

Model Pembelajaran Baca Parafrasekan


Model Pembelajaran Baca Parafrasekan merupakan salah satu sub bagian dari Model Pembelajaran Membaca pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sub bagian yang lain dari model pembelajaran Membaca yaitu : Baca Rangkum, Baca Ceritakan, Baca Susun Pertanyaan, Baca Jawab Pertanyaan, Baca Peragakan dan Baca Ubah.

Model pembelajaran Baca Parafrasekan merupakan pembelajaran lanjutan setelah model pembelajaran baca peragakan. Dalam pembelajaran ini diawali dengan kegiatan membaca wacana/bacaan berupa puisi  lalu diparafrasekan (diubah ke dalam bentuk prosa narasi).

Salah satu contoh langkah-langkah pembelajarannya, sebagai berikut :

  1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran/KD.
  2. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok beranggotakan 3-4 siswa.
  3. Guru memberikan gambaran singkat tentang cara memparafrasekan puisi.
  4. Guru menyiapkan wacana/bacaan berupa puisi (misalnya: puisi ‘Karangan Bunga’) lalu membagikannya sesuai jumlah kelompok.
  5. Setiap kelompok membaca puisi tersebut dengan seksama, lalu memparafrasekan puisi tersebut dan menuliskannya di Lembar Kerja.
  6. Setelah selesai, guru menunjuk salah satu kelompok untuk membacakan hasil kerja kelompok berupa patafrase puisi ‘Karangan Bunga.”
  7. Guru dapat memberikan motivasi dan pancingan terhadap hasil kerja kelompok.
  8. Demikian seterusnya sampai seluruh kelompok membacakan Lembar Kerja mereka.
  9. Evaluasi.
  10. Kesimpulan.

Kemampuan membuat desain pembelajaran merupakan fokus kompetensi yang harus dikuasai seorang guru yang benar-benar profesional. Alasannya, kemampuan mendesain pembelajaran sangat berkaitan langsung dengan pelaksanaan tugas guru di lapangan sebagai pemegang kendali proses pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas.

Tidak ada metode pembelajaran Membaca yang demikian sempurna, maka seorang Guru diharapkan untuk mampu memilah dan memilih serta menentukan media dan metode pembelajaran yang paling relevan dengan tujuan dan situasi yang dihadapinya di kelas.

Demikianlah, mudah-mudahan postingan ini dapat menambah khasanah pembelajaran bahasa Indonesia kita sehingga pembelajaran bahasa Indonesia yang dirancang Bapak/Ibu Guru dapat lebih bervariatif, lebih bermakna, menantang namun juga menyenangkan.

Majulah Pendidikan di Indonesia!

Silakan melanjutkan postingan berikutnya : Model Pembelajaran Baca Ubah, dengan mengklik di sini.

  1. 1 Februari 2010 pukul 13:37

    Sepertinya pak Rahmat ini salah satu pemerhati dunia pendidikan ya, sukses ya!

    • 1 Februari 2010 pukul 14:03

      Terimakasih Pak Ratno. Salam sukses juga buat Pak Ratno.
      Salam hangat dariku.

  2. ade
    27 Juni 2010 pukul 10:22

    thx y infonya.. ^^
    saya senang membaca blog ini,
    sangat bermanfaat..🙂

  3. amel
    8 November 2013 pukul 13:39

    berikan contoh ny donk

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: