Beranda > Pembelajaran > Model Pembelajaran Menulis Imajinatif

Model Pembelajaran Menulis Imajinatif


Setelah beberapa postingan terdahulu tentang bermacam-macam model pembelajaran Mendengarkan, Berbicara dan Membaca, maka kini saatnya saya sampaikan macam-macam Model Pembelajaran Menulis/Mengarang.

Model Pembelajaran Menulis Imajinatif merupakan salah satu sub bagian dari Model Pembelajaran Menulis/Mengarang pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sub bagian yang lain dari model pembelajaran Menulis yaitu : Menulis Objek Langsung, Menulis Objek Gambar, Menulis Beranting dan Menulis Re-Kreasi.

Model pembelajaran Menulis Imajinatif merupakan pembelajaran lanjutan setelah Model Pembelajaran Menulis Re-Kreasi dan merupakan tataran tertinggi dalam pembelajaran menulis/mengarang. Dalam proses pembelajaran menulis Imajinatif ini  siswa diajarkan menguasai kompetensi menulis/mengarang secara bebas sesuai imajinasinya sendiri-sendiri. Di sini siswa diberi kebebasan untuk menuangkan segala ide/gagasan, pendapat/opini, imajinasi atau daya khayal, dsb ke dalam bentuk tulisan/karangan. Adapun pemilihan metode dan media pembelajarannya tergantung situasi pembelajaran seperti apa yang dikehendaki/diinginkan, dan relevansinya dengan tujuan pembelajaran/KDnya.

Salah satu alternatif langkah-langkah pembelajarannya, sebagai berikut :

  1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran/KD.
  2. Guru menjelaskan secara singkat cara membuat sebuah tulisan/karangan.
  3. Guru membagikan kertas kerja sejumlah siswa.
  4. Setiap siswa membuat tulisan/karangan dengan daya cipta dan kreasinya sendiri.
  5. Setelah selesai, guru menunjuk  salah satu siswa untuk menampilkan/membacakan hasil tulisannya/karangannya.
  6. Setiap satu siswa selesai langsung diberi aplaus. Siswa yang lain diberi kesempatan menyampaikan tanggapan, pendapat, kritik  atau saran atas karangan siswa tersebut.
  7. Guru menunjuk siswa lain atau menawarkan siswa lain yang menyatakan siap untuk membacakan karangannya.
  8. Demikian seterusnya sampai seluruh siswa tampil membacakan hasil karangannya.
  9. Evaluasi, meliputi isi karangan, kalimat, pilihan kata, penggunaan ejaan, tanda baca, dsb
  10. Kesimpulan.

Kemampuan membuat desain pembelajaran merupakan fokus kompetensi yang harus dikuasai oleh seorang guru yang benar-benar profesional. Alasannya, kemampuan mendesain pembelajaran sangat berkaitan langsung dengan pelaksanaan tugas guru di lapangan sebagai pemegang kendali proses pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas.

Tidak ada metode pembelajaran menulis/mengarang yang demikian sempurna, maka seorang Guru diharapkan untuk mampu memilah dan memilih serta menentukan media dan metode pembelajaran yang paling relevan dengan tujuan dan situasi yang dihadapinya di kelas.

Demikianlah, mudah-mudahan postingan ini dapat menambah khasanah pembelajaran bahasa Indonesia kita sehingga pembelajaran bahasa Indonesia yang dirancang Bapak/Ibu Guru dapat lebih bervariatif, lebih bermakna, menantang namun juga menyenangkan.

Majulah Pendidikan Indonesia!

  1. ade
    27 Juni 2010 pukul 10:11

    thx y infonya.. ^^
    saya senang membaca blog ini,
    sangat bermanfaat..🙂

  2. gina
    23 Oktober 2010 pukul 13:28

    infonya sangat bermanfaat, tpi tlg bgt info brnya yg lebih lngkp ya mkch,butuh bgt nech….

  3. agus
    29 November 2010 pukul 12:35

    tanks ya mas atas info ya,😉

    semoga kita rekan baik.

  4. dwek
    11 Mei 2011 pukul 13:06

    saya mw tanya buku yang dipakai thx b4..nice info . .^^

  5. 22 Juni 2011 pukul 12:50

    saya minta diberi tahu bukunya apa donk…? pliiiss

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: