Beranda > Pembelajaran > Model Pembelajaran Sastra Skema Tokoh

Model Pembelajaran Sastra Skema Tokoh


Pembelajaran Sastra dilakukan dalam konteks keterampilan berbahasa yang menggunakan materi sastra, sehingga model pembelajaran mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis (yang telah diungkapkan di muka/postingan terdahulu) dapat diterapkan dalam pembelajaran sastra.

Pada kesempatan ini, ada beberapa model atau teknik pembelajaran khas sastra yang akan saya sampaikan. Model pembelajaran sastra tersebut yaitu : Ganti Tokoh, Ganti Latar, Urutan Alur, Skema Tokoh, Tabel Kesan Tokoh, Lanjutkan Cerita, Parafrase Puisi, Melagukan Puisi/Pantun, Baca Puisi.

Model pembelajaran Sastra Skema Tokoh merupakan pembelajaran lanjutan dari model pembelajaran Urutan Alur pada model pembelajaran Sastra. Dalam model pembelajaran sastra ini  siswa diajarkan dan dilatih menggambarkan skema tokoh. Skema tokoh artinya para tokoh cerita yang sudah diidentifikasikan lalu dibuat skema hubungan antar tokoh tersebut. Bisa saja hubungan family, hubungan kerja, hubungan persahabatan, atau yang lainnya.  Di sini siswa tidak melakukan perubahan tokoh, latar atau pun alur cerita.

Untuk pemilihan metode dan media pembelajarannya tergantung situasi pembelajaran seperti apa yang akan dikehendaki/diinginkan, dan relevansinya dengan tujuan pembelajaran. Belajar menulis pada hakekatnya belajar mengungkapkan sesuatu dalam bentuk kata dan kalimat/ tulisan, namun pada pembelajaran ini siswa belum sampai pada tingkatan menulis cerita secara utuh atau lengkap.

Salah satu alternatif langkah-langkah pembelajarannya, sebagai berikut :

  1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran/KD.
  2. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok beranggotakan 3-4 siswa (namun tidah harus kelompok).
  3. Guru menjelaskan secara singkat bagaimana menggambarkan skema tokoh dari sebuah cerita.
  4. Guru menyiapkan Lembar Kerja berupa teks cerita sejumlah kelompok, lalu dibagikan.
  5. Setiap kelompok mengerjakan tugas LK sesuai petunjuk guru yaitu menuliskan skema tokoh dari sebuah cerita.
  6. Setelah selesai, guru menunjuk  salah satu kelompok untuk menampilkan/membacakan hasil pekerjaanya.
  7. Setiap satu kelompok selesai langsung diberi aplaus, lalu giliran kelompok yang lain. Demikian seterusnya sampai seluruh kelompok tampil membacakan hasil pekerjaannya.
  8. Evaluasi.
  9. Kesimpulan.

Kemampuan membuat desain pembelajaran merupakan fokus kompetensi yang harus dikuasai oleh seorang guru yang profesional. Alasannya, kemampuan mendesain pembelajaran sangat berkaitan langsung dengan pelaksanaan tugas guru di lapangan sebagai pemegang kendali proses pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas.

Tidak ada metode pembelajaran sastra yang demikian sempurna, maka seorang Guru diharapkan untuk mampu memilah dan memilih serta menentukan media dan metode pembelajaran yang paling relevan dengan tujuan dan situasi yang dihadapinya di kelas.

Demikianlah, mudah-mudahan postingan ini dapat menambah khasanah pembelajaran bahasa Indonesia kita khususnya pembelajaran sastra, sehingga pembelajaran bahasa Indonesia yang dirancang BapakIbu Guru dapat lebih bervariatif, lebih bermakna, menantang namun juga menyenangkan bagi siswa/peserta didik.

Majulah Pendidikan Indonesia!

Silakan melanjutkan postingan berikutnya : Model Pembelajaran Sastra Tabel Kesan Tokoh, dengan cara mengklik di sini.

  1. 17 Desember 2009 pukul 11:44

    Terimakasih atas kunjungan ke blog sederhana saya pak, oh ia mungkin yang bapak masksud peringatan di blog saya itu adalah lambang feedburner, emang lambangnya kayak lambang peringatan :)tapi itu adalah fasilitas untuk menampilkan artikel terkait di suatu blog, jadi gak usah khwatir pak, itu bukan Bom koq,🙂 sekali lagi saya ucapkan terimakasih atas kunjungan dan perhatian pada blog saya🙂

  2. 9 Juli 2013 pukul 11:57

    For the reason that the admin of this website is working,
    no doubt very quickly it will be well-known, due
    to its quality contents.

  3. 5 Januari 2014 pukul 12:03

    I every time spent my half an hour to rewd this web site’s articles everyday along with a
    cup of coffee.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: