Beranda > Ice Break > Berprasangka Baik/Positif Thingking

Berprasangka Baik/Positif Thingking


Hari ini, Kamis  29 Juli 2010 merupakan hari bersejarah dalam hidup saya, khususnya dalam dunia maya. Hari ini Rachmadwidodo’s Weblog belajar merangkak selangkah alias berumur genap satu tahun, dan belajar menuruti kata hati dan nurani untuk belajar berbagi dan belajar mensyukuri atas segala nikmat, rachmat  dan karunia Illahi yang senantiasa dilimpahkan kepada saya dan keluarga. Semoga karunia dan nikmat tersebut dilimpahkan juga kepada segenap tamu istimewa blog ini.

Setelah libur selama beberapa saat dikarenakan kesibukan di dunia nyata, saya coba mengupdate blog ini kembali.

Terimakasih dan penghargaan yang  tak terhingga kepada segenap pengunjung dan tamu istimewa yang masih dengan setia menjenguk blog ini sehingga meskipun dalam keadaan vakum namun alhamdulillah PRnya malah merangkak naik. Permohonan maaf juga saya sampaikan karena saya belum dapat mengakomodasi komentar,saran dan masukan dari segenap tamu istimewa.Mudah-mudahan meski jelas terlambat akan saya approve secepatnya.

Postingan pertama di awal tahun kedua ini akan saya sampaikan berprasangka baik /positif thingking terhadap keluarga dan sesama. Peristiwa di bawah ini mungkin saja pernah terjadi dalam kehidupan keluarga kita. Apapun sikap dan tindakan kita, saya tidak ada niat memvonis atau menghakimi atas keputusan apa yang Anda ambil. Masing-masing tentu ada konsekuensi logisnya. Suatu misal:

  • Saat istri kita menyajikan masakan yang sama dan membosankan, maka kita tetap berprasangka baik (bukan menyumpah) karena itu berarti dia seharian bersama kita di rumah. Ini berarti dia tidak pergi, dan tidak bermain dengan pria lain.
  • Suami kita bermalas-malasan sambil internetan di sofa seharian, maka kita(istri) patut berprasangka baik (bukan mendongkol) sebab ia di rumah bersama kita, dan berarti ia tidak berada di tempat yang tidak semestinya.
  • Anak-anak mengeluh pada waktu mencuci piring dan gelas, kita berprasangka baik (bukan memarahi) ini berarti bahwa mereka berada di rumah, dan tidak berada di jalanan atau bermain-main yang tidak ada manfaatnya.
  • Petugas pajak datang menagih pajak, kita patut bersprasangka baik (bukan mengeluh) karena itu berarti bahwa kita bekerja dan memiliki sesuatu yang berharga untuk disyukuri.
  • Saat rumput di halaman rimbun dan harus segera dicabuti, jendela yang harus dibersihkan, dan saluran air yang harus diperbaiki, kita akan berprasangka baik (bukan mengeluh) karena itu berarti bahwa kita punya rumah.
  • Banyaknya tumpukan cucian kotor yang harus dicuci dan diseterika, kita layak berprasangka baik (bukannya mengomel). Itu berarti bahwa kita mempunyai pakaian untuk dikenakan.
  • Saat pakaian kita terasa sudah sesak/sempit, kita akan berprasangka baik (bukannya mendongkol). Karena itu berarti kita tidak kelaparan alias tercukupi kebutuhan pangan.

Nah, ternyata nampak begitu mudah bukan untuk berprasangka baik/positif thingking. Bagaimana menurut pendapat Anda?

Semoga dapat menginspirasi kita, salam hangat jabat erat dariku.

  1. 29 Juli 2010 pukul 19:00

    Selamat atas ultah blognya…
    Semoga sukses…

    • 29 Juli 2010 pukul 19:15

      Terimakasih Pak Mars, mohon bimbingannya ya……..

  2. 29 Juli 2010 pukul 21:50

    (Maaf) izin mengamankan KETIGAX dulu. Boleh, kan?!
    Selamat telah memasuki tahun kedua.
    Soal positif thingking, saya setuju banget, pak. Dengan ini hidu pasti akan terasa lebih damai dan tentram

    • 30 Juli 2010 pukul 05:52

      Terimakasih mas Alam,
      salam hangat jabat erat dariku.

  3. 19 Oktober 2010 pukul 11:43

    hidup harus diisi dengan hal – hal yang baik donk tentunya,..salah satunya yaitu tadi ” positive Thinking ” make live better than ever…

    btw ga mengulas masalah perburungan…?

  4. 13 September 2011 pukul 22:17

    selamat atas peringkat naik nya salam sukses dan berkarya terus…
    dan minta izinnya Nitip info ya,
    ————————————————
    buah pepaya banyak disukai dari bayi hingga manula.
    murah, mudah, bergizi, antioksidan, lancar BAB
    ————————————————

  5. 5 Juli 2014 pukul 07:31

    Spot on with this write-up, I truly think this website needs
    far more attention. I’ll probably be returning to read through more,
    thanks for the info!

  6. 9 Juli 2014 pukul 04:30

    Measuring from the dwelling, rather than the property line, allows much greater flexibility in the location of the buildings or yards.
    I let other people’s fears and my own get in the way of my success.
    A few legendary Miami club owners joined hands to build Wall at the
    W hotel, the hottest dance club on Miami strip.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: